Desa Adat sebagai Tameng Menuju Permohonan Dispensasi di Kabupaten Buleleng
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v3i3.1005Keywords:
Awig-Awig, Customary Law, Indonesia, Indigenous Communities, Legal HarmonizationAbstract
Awig-Awig (traditional customary law) is a form of written customary law that exists and continues to develop within indigenous communities, particularly in Bali and Lombok. As part of Indonesia's pluralistic legal system, Awig-Awig plays a significant role in regulating social order, maintaining harmony, governing inter-community relations, and preserving local cultural and religious values. This study aims to examine the existence of Awig-Awig as a binding source of law within indigenous communities, as well as to analyze its relationship with the national legal system. The methods used in this research include juridical-normative and sociological approaches, supported by case studies conducted in several indigenous villages in Bali and Lombok. The results show that Awig-Awig remains highly relevant, respected, and effectively implemented as a community guideline. However, harmonization with state law is necessary to prevent potential norm conflicts and ensure legal certainty. These findings highlight the importance of formal recognition, protection, and integration of customary law within Indonesia’s national legal framework.
Downloads
References
Alfan Patoni. (2025). Syarat sah dispensasi kawin dalam syarat dan ketentuan. Journal of Human Law and Governance, 6(6). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1210
Dewa Gede Agung Satria Yoga Purnama, A. A. (2019). Desa adat dalam pengelolaan tanah adat Bali berbasis kebijakan daerah. Acta Comitas, 4(2). https://doi.org/10.24843/AC.2019.v04.i02.p16
Faisal. (2021). 12 metode penelitian hukum efektif. Cahaya Grafindo Indonesia.
Gede Pasek, M., & LDA, K. (2024). Modul penanganan dan pencegahan nganten malu dalam tradisi Hindu Bali (A. T. Amelia Tristiana, Ed.; Edisi ke-1). Child Protection.
Hamsah, N. (2022). Pemenuhan hak anak dalam hukum nasional Indonesia. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 7(3).
Hidayati & Wahyuningsih, D. A. P. (2021). Seminar nasional hasil pengabdian kepada masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3).
I Ketut Sudantra, T. I. (2017). Sistem peradilan adat dalam kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat desa pakraman di Bali. Jurnal Magister Hukum Udayana, 7(1).
Junita Friska, D. A. (2024). Analisis sosial ekonomi dampak pernikahan dini di kalangan remaja. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(1), 40–64.
Karwiyah, S. D. (2025). Penyelesaian sengketa adat melalui kerta desa pada masyarakat desa adat di Bali berdasarkan asas perdamaian. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 27–40.
Mir'atul Firdausi, T. I. (2024). Batas usia perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan dalam melindungi kesehatan reproduksi remaja ditinjau dari maqashid syaria. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 5(2).
Muhammad. (2015). Pendewasaan usia perkawinan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Surabaya. The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 5(1).
Muhammad April, M. A. (2023). Hukum adat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa adat di Kabupaten Siak Provinsi Riau dan Provinsi Bali. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 30(2), 396–414. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art8
Pande Satra. (t.t.). Awig-awig dan wewengkon tradisi budaya adat Hindu Bali. Jurnal, 3(2), 3987. https://doi.org/109876/iustum
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengaturan Lembaga Desa Adat Provinsi Bali.
P. Zuki. (2016). Penelitian hukum (Ed. ke-1). Kencana Prenadamedia Group.
Sanjaya. (2021). Kajian dispensasi di Indonesia dalam sudut pandang adat dan budaya (E. W. & A. O. Tifiri, Ed.). Kencana.
Siddiq. (2020). Penentuan metode dan pendekatan penelitian hukum. Dalam Dr. IUR. Chairul Fahmi (Ed.), Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia.
Sujana. (2022). Lembaga desa adat dalam membentuk peraturan adat desa. Jurnal, 7(3).
Syaharani, Z. P. (2024). Dinamika pernikahan dini dalam pandangan hukum dan masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 25475–25489.
Yoga, K. A. (2023). Awig-awig sebagai hukum adat di wilayah desa adat Provinsi Bali. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 293–296. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i1.4448
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



