Kriminalisasi Kohabitasi: Tantangan Penegakan Hukum dalam Keberagaman Budaya Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62383/perspektif.v3i1.903Keywords:
Cohabitation, Criminalization, Law Enforcement, Legal Pluralism, New Criminal CodeAbstract
The enactment of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code introduces the criminalization of cohabitation under Article 412, sparking public debate regarding state intervention in private spheres. This research aims to analyze the challenges faced by law enforcement in implementing cohabitation regulations within Indonesia’s pluralistic society. Utilizing a normative judicial research method with statute and conceptual approaches, this study examines secondary legal data including the New Criminal Code and various legal doctrines. The findings indicate that while Article 412 is designed as an absolute complaint-based offense to balance institutional marriage protection with individual privacy, its implementation faces substantial sociological hurdles. These challenges include potential conflicts with living law such as customary and religious norms, risks of over-criminalization, and the threat of social vigilantism due to public misinterpretation. This research implies that law enforcement must prioritize restorative justice and intensive socialization to prevent human rights violations and maintain social harmony in a diverse cultural landscape.
Downloads
References
Ali, M. (2020). Hukum pidana Indonesia: Teori dan praktik. Rajawali Pers.
Arief, B. N. (2020). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Kencana.
Arifin, R., & Rizky, M. (2023). Tantangan penegakan hukum pidana materiil dalam perspektif hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal HAM, 14(1), 115–130.
Bedner, A. (2021). The return of the living law: Religious and adat law in Indonesia's new criminal code. Leiden Journal of International Law, 34(2), 347–360. https://doi.org/10.1017/S0922156521000030 (jika ada)
Fauzi, A., & Handayani, I. (2023). Hukum pidana dan masyarakat: Dinamika delik kesusilaan dalam KUHP baru. Prenada Media.
Handayani, S. (2025). Analisis sosiologis delik kohabitasi: Dampak terhadap perlindungan hak perempuan di daerah pedesaan. Jurnal Sosio-Yuridis, 7(2), 45–62.
Harkrisnowo, H. (2019). Rekodifikasi hukum pidana Indonesia: Menuju keadilan yang beradab. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(3), 612–625. https://doi.org/10.21143/jhp.vol49.no3.XXXX (jika ada)
Hiariej, E. O. S. (2021). Prinsip-prinsip hukum pidana (Edisi revisi). Cahaya Atma Pustaka.
Hiariej, E. O. S. (2023). Penjelasan komprehensif Kitab Undang-Undang Hukum Pidana baru. Balitbang Kumham.
Mulyadi, L. (2021). Teori kriminologi dan kebijakan kriminal. Alumni.
Nurhardianto, F. (2022). Pluralisme hukum sebagai tantangan unifikasi hukum di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 16(1), 151–168.
Prasetyo, T. (2021). Keadilan bermartabat: Perspektif teori hukum. Nusa Media.
Prasetyo, T. (2024a). Implementasi restorative justice dalam tindak pidana kesusilaan pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Prosiding Seminar Nasional Hukum Universitas Indonesia, 3(1), 112–125.
Prasetyo, T. (2024b). Social implication of sex-related crimes in the new criminal code. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 9(1), 22–38.
Putri, A. K., & Santoso, B. (2024). Harmonization of living law and national criminal law: A study of adultery and cohabitation articles. Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services, 6(1), 101–118.
Rahayu. (2019). Hukum pidana dan hak asasi manusia. [Penerbit tidak diketahui].
Rizki, M., & Arifin, R. (2022). The right to privacy and moral policing in Indonesia: A critical analysis. Journal of Law and Policy, 5(2), 145–160.
Rizky, M. (2024). Privasi dan hukum pidana: Analisis pasal perzinaan dan kohabitasi. Jurnal Konstitusi dan Demokrasi, 12(2), 89–104.
Saputra, R. (2022). Dekolonisasi hukum pidana Indonesia melalui pembaharuan KUHP. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(1), 45–58.
Savitri, A. (2023). Kompromi politik dalam reformasi hukum pidana Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Setiawan, B. (2020). Pluralisme hukum di Indonesia: Tantangan dan harapan. Pustaka Pelajar.
Siahaan, M. (2023). Analisis kritis kriminalisasi delik kesusilaan dalam KUHP baru. Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, 4(1), 45–59.
Subekti. (2020). Hukum pidana dan ruang privat. [Penerbit tidak diketahui].
Sudaryono, H. (2023). Politik hukum pidana dalam pembaruan KUHP nasional: Antara moralitas religius dan hukum sekuler. Jurnal Hukum Nasional Indonesia, 4(3), 289–305.
Syahputra. (2021). Kebijakan kriminalisasi dalam masyarakat plural. [Penerbit tidak diketahui].
Taufik. (2024). Orientasi nilai dalam hukum pidana Indonesia. [Penerbit tidak diketahui].
Wahyudi, D., & Amin, M. (2022). Pluralisme hukum dalam penanganan perkara kesusilaan di masyarakat adat. Jurnal Hukum Adat Kontemporer, 5(3), 210–225.
Widyawati, A. (2024). Hukum pidana nasional dalam perspektif masyarakat pluralistik. UNNES Press.
Yulia, R. (2022). Restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana kesusilaan di tingkat kepolisian. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 22(4), 481–494. https://doi.org/10.30641/dejure.2022.V22.481-494
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Perspektif Administrasi Publik dan hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


