Tinjauan Hukum Kenaikan Pajak 12% atas Barang Mewah melalui PPnBM

Authors

  • Dina Gita Prianti Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.62383/perspektif.v2i2.243

Keywords:

Fiscal Reform, Harmonization of Tax Regulations, Principles of the Rule of Law, PPnBM, Tax Administration Law

Abstract

The increase in the PPnBM rate to 12% in Law 7/2021 on Luxury Goods is a fiscal reform strategy to increase state revenue and control the consumption of luxury goods. This policy aims to broaden the tax base and reduce socio-economic inequality. From a legal perspective, its implementation must uphold the principles of justice, legal certainty, and protection of taxpayer rights. Clear derivative regulations, transparent implementation, and strict supervision are needed to prevent abuse. This paper analyzes the policy through normative and conceptual approaches of tax administration law and fiscal economics.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiyanta, F. (2022). Kewajiban administrasi perpajakan wajib pajak dalam sistem self assessment. Diponegoro University. https://doi.org/10.14710/alj.v5i1.57-74

Anggoro, T. (2024). Mengembalikan supremasi Pasal 28D Ayat (1) UUD NRI 1945 terkait putusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan upaya hukum kasasi atas putusan penundaan kewajiban pembayaran utang. Anggoro | Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v13i1.1579

Ariyanti, E. R. N., & Mutiah, I. N. (2023). Hak dan kewajiban wajib pajak serta otoritas perpajakan setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan. ADIL Jurnal Hukum, 14(1), 1–27. https://doi.org/10.33476/ajl.v14i1.3439

Azzahra, N., & Sofianty, D. (2023). Pengaruh kesadaran wajib pajak dan pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Bandung Conference Series Accountancy, 3(1). https://doi.org/10.29313/bcsa.v3i1.5853

Basit, A., Diana, N., & Affifudin. (2019). Analisis peranan kebijakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dalam mengendalikan impor mobil. E-JRA. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang.

Hernando, R. A., & Wahyudin, D. (2020). Modernisasi administrasi perpajakan dalam rangka optimalisasi pelayanan pajak berbasis digital. Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI), 1(2), 119–125. https://doi.org/10.31334/jupasi.v1i2.819

Listyowati, Y. C. S. S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga, 3(1). https://doi.org/10.31093/jraba.v3i1.94

Nurdin, D. A., & Septriadi, D. (2023). Dampak UU harmonisasi peraturan perpajakan terkait perlakuan PPN perusahaan pertambangan. Owner, 8(1), 640–651. https://doi.org/10.33395/owner.v8i1.1783

Pamungkas, E. W. (2023). Implementasi UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang harmonisasi perpajakan atas PPN PT X. Jurnal Bisnis, 11(1), 12–24. https://doi.org/10.62739/jb.v11i1.3

Putri, I. M. (2024). Kenaikan PPN 12% dan dampaknya terhadap ekonomi. Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi & Akuntansi (MEA), 8(2), 934–944. https://doi.org/10.31955/mea.v8i2.4077

Utami, S. W. (2024, March 25). Perlindungan hak wajib pajak: Transparansi dan keadilan dalam penagihan pajak. https://ejournal-jayabaya.id/Perspektif/article/view/152

Wibowo, A. S., & Hufron, N. (2024). Pendekatan keadilan restoratif dalam penghentian penyidikan tindak pidana perpajakan di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Humaniora Dan Politik, 5(2), 868–877. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i2.3386

Downloads

Published

2025-04-23

How to Cite

Dina Gita Prianti. (2025). Tinjauan Hukum Kenaikan Pajak 12% atas Barang Mewah melalui PPnBM. Perspektif Administrasi Publik Dan Hukum, 2(2), 142–157. https://doi.org/10.62383/perspektif.v2i2.243

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.