Peran Audit Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan dan Whistleblowing System dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v2i6.704Keywords:
Audit Board, Corruption Crime, Investigative Audit, Whistleblower Protection, Whistleblowing SystemAbstract
Corruption in Indonesia has become a systemic and complex issue, posing a threat to economic, social, and political stability. Despite various efforts, including the establishment of the Corruption Eradication Commission and robust law enforcement, Indonesia’s Corruption Perception Index has remained stagnant or declined in recent years. This is primarily due to the inadequacy of conventional audit methods, which struggle to detect complex and hidden corruption schemes. This study examines how the role of investigative audits by the Supreme Audit Agency (BPK) can be optimized through synergy with the Whistleblowing System (WBS) to enhance corruption eradication efforts in Indonesia. Investigative audits, which focus on detecting fraud, are crucial as they can convert audit evidence into legal proof in corruption cases. However, the BPK’s role is often hindered by limited human resources, independence, and weak coordination. Using qualitative research and a literature review, this study analyzes relevant documents, books, scientific journals, and official reports to identify and classify relevant data. The findings indicate that strong synergy between BPK's investigative audits and the WBS is essential. Optimizing these two instruments requires significant reforms, including strengthening whistleblower protection laws, improving inter-agency collaboration, and fostering a robust anti-corruption culture. The study concludes that BPK’s investigative audits are effective in uncovering state losses, but their success depends on follow-up actions and coordination with law enforcement. The WBS can detect corruption early, but its effectiveness is limited by weak whistleblower protection and lack of trust in internal reporting channels.
Downloads
References
ACFE. (2022). Report to the nations: 2022 global study on occupational fraud and abuse. Association of Certified Fraud Examiners.
Affandi, M., & Kurniawan, T. (2024). Implementasi whistleblowing system dalam meningkatkan efektivitas pengaduan masyarakat (studi pada ACRC Korea). Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9(2), 156. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i2.3808
Aisyah, N., & Santoso, H. (2021). Peran audit investigatif BPK dalam mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Publik, 15(2), 121–135.
Arismaya, A. D., & Utami, I. (2019). Facts, causes and corruption prevention: Evidence in Indonesian ministries. Journal of Contemporary Accounting, 1(2), 95–106. https://doi.org/10.20885/jca.vol1.iss2.art3
Arrofii, D. Y., & Muhammad, S. A. (2025). Implementasi prinsip good corporate governance dalam pencegahan tindak pidana korupsi di BUMN. Padjadjaran Law Review, 13(1), 54. https://doi.org/10.56895/plr.v13i1.2210
Ary Yudianto. (2021). Analisis sistem pengendalian intern pemberian kredit pada PT Bank Perkreditan Rakyat Candi Agung Amuntai. Inovatif Jurnal Administrasi Niaga, 3(2), 34–35. https://doi.org/10.36658/ijan.3.2.86
BPK RI. (2023). Laporan hasil pemeriksaan semester I tahun 2023. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Chairi, N., Indriani, M., & Darwanis. (2022). Kompetensi, moralitas dan sistem whistleblowing dalam pencegahan fraud: Studi empiris pada organisasi pemerintahan Indonesia. Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, 22(1), 122. https://doi.org/10.25105/mraai.v22i1.12655
Darmawan, H., Mulyati, & Mauzu, F. (2025). Evaluasi kompetensi auditor inspektorat dalam mengungkap kecurangan penyelenggaraan keuangan negara. Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 22(2), 179. https://doi.org/10.30872/jkin.v22i2.15434
Fadilah, R. M., & Salomo, R. V. (2023). Optimalisasi penerapan whistleblower system (WBS) di Sekretariat Kabinet. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 7(2), 757. https://doi.org/10.31955/mea.v7i2.3040
Gunawan, Y. (2019). Peran dan perlindungan whistleblower (para pengungkap fakta) dalam rangka memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. Law Review, 18(3), 277. https://doi.org/10.19166/lr.v18i3.1201
Kristiawan, D. A., Hanani, R., & Kismartini. (2024). Implementasi layanan whistleblowing system di Inspektorat Kabupaten Rembang. Journal of Public Policy and Management Review, 13(2), 2–3. https://doi.org/10.14710/jppmr.v13i2.43302
Mahardikasari, D., & Nugraheni, B. L. (2022). Peluang dan tantangan whistleblowing dalam memerangi korupsi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13(3), 482. https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2022.13.3.35
Mara, A. N., Apandi, S. A., Handini, S. A., Habibah, S. N., & Prawira, I. F. (2025). Efektivitas whistleblowing dalam mencegah fraud: Mewujudkan transparansi dan integritas di lingkungan korporasi. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, 2(4), 46. https://doi.org/10.69714/kzzff465
Maryani, N., & Sastradipraja, U. (2020). Peranan audit investigatif dalam menjadikan bukti audit sebagai bukti hukum untuk pembuktian tindak pidana korupsi. Portofolio: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 17(2), 144. https://doi.org/10.26874/portofolio.v17i2.199
Masiyah Kholmi. (2011). Akuntabilitas dalam perspektif teori agensi. Journal of Innovation in Business and Economics, 2(2), 359. https://doi.org/10.22219/jibe.v2i02.4694
Muhammad Alfi Alhubbufillah, Didin Hafidhuddin, & H. T. (2019). Hubungan profesionalitas dan akuntabilitas pengelolaan zakat terhadap efektivitas pemberdayaan ekonomi umat. Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen, 5(2), 287. https://doi.org/10.17358/jabm.5.2.285
Mumu, E. I., Anis, F. H., & Worung, P. F. (2024). Pembuktian tindak pidana korupsi dengan metode audit investigatif ditinjau dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Lex Administratum, 12(5), 4.
Prastiyo, B. E., & Wibowo, D. (2022). Analisis independensi Badan Pemeriksa Keuangan dalam audit investigatif untuk pemberantasan korupsi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 19(1), 1–15.
Purba, R., & Sari, D. (2021). Peran BPK dalam audit forensik dan investigatif dalam mengungkap tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum Lingkungan, 12(3), 189–204.
Raharjo, T. P., Djaddang, S., & Supriyadi, E. (2020). Peran kode etik atas pengaruh akuntansi forensik, audit investigatif dan data mining terhadap pendeteksian dugaan tindak pidana pencucian uang. JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan), 7(2), 223. https://doi.org/10.35838/jrap.2020.007.02.19
Refangga, G. S., Arifin, R., Soleh, M., & Santoso, S. B. (2024). Mencegah kejahatan keuangan: Peran auditor investigasi dalam mengungkap penggelapan pajak. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3), 8. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12378
Riyanto, R. F., & Arifin, Z. (2022). Efektivitas whistleblowing system dan sistem pengendalian gratifikasi terhadap pencegahan fraud pada sektor publik yang dimoderasi oleh pendeteksian fraud. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti, 9(2), 111. https://doi.org/10.25105/jmat.v9i2.12922
Rizqulloh, L., Noor, F. A., & Iqbal, M. (2020). Efektivitas pelaksanaan whistleblowing system sebagai upaya pencegahan tindakan korupsi di Rumah Sakit Ortopedi Soeharso Surakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB), 2(2), 48. https://doi.org/10.32585/jikemb.v2i2.1057
Sakinah, N. S., Kurniawan, P. C., Furqon, I. K., & Mutmainah, I. (2023). Peran akuntan forensik dan teknik audit investigatif dalam pengungkapan fraud di Indonesia. Jurnal Sahmiyya, 2(1), 86.
Sari, A., & Wulandari, D. (2020). Efektivitas whistleblowing system dalam mendeteksi tindak pidana korupsi pada lembaga pemerintah. Jurnal Hukum dan Pembangunan Nasional, 23(1), 45–60.
Sulaeman, I., & Sari, P. Y. (2025). Evaluasi penerapan whistleblowing system (WISE) dalam mencegah kecurangan (studi kasus pada Kantor Wilayah DJPB Provinsi Jawa Barat). Jurnal IAKP: Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan & Perpajakan, 6(1), 16. https://doi.org/10.35314/iakp.v6.i1.426
Tabasi, Y., & Tobondo, Y. (2025). Optimalisasi pendekatan follow the asset dan follow the money melalui deferred prosecution agreement dalam penanganan perkara pidana di Indonesia. Pandelo’e, 5(1), 93.
Transparency International. (2024). Corruption perceptions index 2023. Transparency International.
Vitriana Jessica Handiyono, A. L. (2020). Penerapan sistem pengendalian internal pengelolaan dana desa tahun 2018 (Desa Tambun dan Desa Segarajaya). Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 10(2), 107. https://doi.org/10.33005/jdg.v10i2.2341
Wardani, C. A., & Sulhani. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan whistleblowing system di Indonesia. Jurnal Aset (Akuntansi Riset), 9(1), 31–32. https://doi.org/10.17509/jaset.v9i1.5255
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


