Dampak Psikologis dan Sosial Serta Perlindungan Korban Kejahatan Siber dalam Perspektif Viktimologi
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v3i4.1109Keywords:
Cybercrime, Psychological Impact, Social Impact, Victim Protection, VictimologyAbstract
Rapid advancements in information and communication technology have fueled a rise in cybercrime in Indonesia. These crimes not only result in material losses but also have psychological and social impacts on victims. This study aims to analyze the psychological and social effects experienced by victims of cybercrime and to examine this phenomenon from a victimological perspective. The method used is normative legal research with a legislative and conceptual approach. Data were collected through a literature review covering legislation, books, and scientific journals related to victimology and cybercrime. The results of the study indicate that victims of cybercrime often experience psychological impacts such as anxiety, fear, stress, trauma, and a decline in self-confidence. Additionally, they face social impacts including feelings of shame, reduced social interaction, and stigma from their surroundings. From a victimology perspective, it is crucial for victims of cybercrime to receive greater attention through legal protection, social support, and psychological recovery efforts. Therefore, more comprehensive measures are needed from the government and society to provide protection and recovery for victims of cybercrime in Indonesia.
Downloads
References
Afifah, E. F. (2025). Keamanan siber dalam perbankan serta tantangan dan solusi di era digital. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 33–42. https://doi.org/10.63545/jaim.v1.i2.157
Ahmad, M. R. (2025). Perlindungan hukum pengguna e-commerce: Perspektif viktimologi dalam menghadapi kejahatan siber. Bookchapter Hukum dan Lingkungan, 1, 967–989.
Audrian, R. P. (2026). Perlindungan dan pemulihan hak korban tindak pidana: Studi viktimologi dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(3), 795–797. https://doi.org/10.58466/axfent61
Barus, A. D. (2026). Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan siber dalam perspektif viktimologi: Studi terhadap kebocoran data pribadi di Indonesia. Fatih: Journal of Contemporary Research, 3(1).
Dani, R. (2025, September 13). Menelaah konstruksi norma hukum dalam upaya perlindungan korban terhadap kejahatan siber global. Tribunnews. https://www.tribunnews.com/nasional/7728173/menelaah-konstruksi-norma-hukum-dalam-upaya-perlindungan-korban-terhadap-kejahatan-siber-global
Kafiar, G. S. (2026). Phishing dan upaya perlindungan hukum di Indonesia sebagai ancaman kejahatan siber. Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 3(1), 126–134. https://doi.org/10.62383/jembatan.v3i1.2959
Mufid, S. F. (2026). Keamanan digital di era transformasi teknologi: Peran literasi dan perilaku dalam perlindungan diri. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora, 3(1), 251–261.
Pah, C. E. (2025). Sosialisasi kejahatan siber dan perlindungan data pribadi untuk mencegah penipuan berbasis online terhadap masyarakat. Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 24–33. https://doi.org/10.37478/mahajana.v6i1.4908
Pramana, I. B. (2026, Maret 24). FOMO dan rendahnya literasi digital penyebab tingginya korban kejahatan siber. RRI. https://rri.co.id/denpasar/hiburan/2281384/fomo-dan-rendahnya-literasi-digital-penyebab-tingginya-korban-kejahatan-siber
Pratiwi, B. (2022). Kajian konsep modalities of constraint terhadap pencegahan konten hate speech sebagai cybercrime di Indonesia. Jurnal Panorama Hukum, 7(2), 147–160. https://doi.org/10.21067/jph.v7i2.7635
Raharjo, T. (2024). Penatausahaan aset tanah daerah hasil pemekaran Kabupaten Jayapura. Journal of Political Issues, 5(2), 134–145. https://doi.org/10.33019/jpi.v5i2.159
Romanza, R. (2023). Implementasi kebijakan penyerahan aset dari pemerintahan Kabupaten Kerinci kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Program Studi Politik Pemerintahan.
Salwa, Z. (2025). Dampak kebijakan desentralisasi terhadap otonomi daerah dalam kerangka hukum tata negara. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5(4), 639–649.
Sari, D. P. (2025). Relevansi rencana pemekaran Kecamatan Kota Lama Ponorogo perspektif Maṣlaḥah Mursalah dan teori desentralisasi. IAIN Ponorogo.
Sembiring, T. F. (2026). Aspek perlindungan yuridis korban perundungan siber dalam perspektif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Universitas Islam Sumatera Utara.
Utami, F. R. (2026). Eksploitasi siber dan pertanggungjawaban negara di Asia Tenggara: Tinjauan viktimologis dalam kerangka hukum internasional. Jurnal Untirta, 4(1).
Wibowo, L. R. (2025, Juni 13). Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan siber: Sudahkah memadai? Radar Magelang. https://radarmagelang.jawapos.com/artikel-ilmiah/2506130002/perlindungan-hukum-terhadap-korban-kejahatan-siber-sudahkah-memadai
Widianingrum, A. R. (2024). Analisis implementasi kebijakan hukum terhadap penanganan kejahatan siber di era digital. Journal Iuris Scientia, 2(2), 90–102. https://doi.org/10.62263/jis.v2i2.40
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



