Koordinasi Pemerintah dalam Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga
Studi Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang
DOI:
https://doi.org/10.62383/perspektif.v2i3.562Keywords:
BPBD, Disaster Mitigation, Flood, Government Coordination, PUTRAbstract
Flooding is a natural disaster that still frequently occurs in Singkep District, Lingga Regency, Riau Islands Province. This disaster has quite serious impacts on the community, both in the economic, social, and health sectors. Therefore, the problem of flooding should be a serious concern for the local government, particularly in improving the effectiveness of coordination between agencies directly involved in flood mitigation efforts. This study aims to determine the coordination process between the Regional Disaster Management Agency (BPBD) and the Public Works and Spatial Planning Agency (PUTR) of Lingga Regency in flood management, as well as to identify obstacles encountered in its implementation. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The researcher uses the coordination theory of Harold Koontz which emphasizes four important elements: work planning, meetings or interactions, communication, and division of tasks. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation from both related agencies. The results of the study indicate that inter-agency coordination has not been running synergistically. The work plans of each agency have not been fully integrated, resulting in the implementation of the flood mitigation program running independently based on their respective duties and functions. The Regional Disaster Management Agency (BPBD) places greater emphasis on non-structural mitigation approaches such as education and simulations, while the Public Works and Housing Agency (PUTR) focuses on technical aspects such as flood control infrastructure development. Inter-agency meetings remain formal and have not yet become collaborative forums for formulating joint policies. Communication and task allocation have occurred, but are limited to the information dissemination stage. Key obstacles to this coordination include budget constraints, a lack of competent personnel, and low public awareness and participation in supporting mitigation programs. The lack of drainage construction in several affected villages also demonstrates weak inter-agency integration in program implementation.
Downloads
References
Adi, I. (2024, [bulan tidak diketahui]). Banjir di Dabo Singkep jadi langganan warga tanpa solusi pemerintah. RRI.co.id. https://www.rri.co.id/daerah/701824/banjir-di-dabo-singkep-jadi-langganan-warga-tanpa-solusi-pemerintah
Adiyoso, W. (2018). Manajemen bencana: Pengantar dan isu-isu strategis. Jakarta: Bumi Aksara.
Dokumen Kajian Risiko Bencana Kepulauan Riau Tahun 2020-2024.
Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Lingga Tahun 2019-2023.
Findayani, A. (2020). Kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Semarang. Jurnal Geografi, 12(3), 102-114.
Gultom, M. W. P. (2023). Koordinasi pemerintahan dalam mengatasi banjir di Kabupaten Serang, Provinsi Banten (Skripsi). Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Herman, S., & Suryadi, H. (2013). Pelaksanaan fungsi koordinasi dalam pencegahan dan pengendalian banjir di Kota Pekanbaru (laporan penelitian).
Kecamatan Singkep dalam Angka 2024.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPBD Kabupaten Lingga 2023.
Muzdalifah, S., Mafriana, S. B., Sompa, A. T., & Attajani, M. K. (2023). Model koordinasi pemerintahan dalam penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (hal. 1-7).
Peraturan Bupati Lingga Nomor 36 Tahun 2022 mengenai Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 9 Tahun 2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lingga.
Ramli, S. (2010). Pedoman praktis manajemen bencana (Disaster Management). Jakarta: Dian Rakyat.
Sumiati, I., & Arifin, R. K. (2024). Koordinasi penanggulangan bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kota Cimahi. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(2), 132-140. https://doi.org/10.55681/armada.v2i2.1208
Trisatio, C. (2022). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana pada tahap pra-bencana banjir di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh (laporan).
Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Wahyudi, B., Muradi, M., & Yuningsih, N. Y. (2024). Koordinasi pemerintahan dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Cimahi. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(4), 845-858. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i4.886
Zulaeha, M., Ariany, L., Dwifama, A. H., Falmelia, R. A., & Ridhani, M. S. (2022). Mitigasi bencana: Perspektif kebijakan publik dalam penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Perspektif Administrasi Publik dan hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


