Efektivitas UU ITE dalam Menangani Penyebaran Konten Pornografi di Twitter/X
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v2i3.267Keywords:
Anonymity, Content Moderation, Pornographic Content, Twitter/X, UU ITEAbstract
This study examines the effectiveness of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) in addressing the dissemination of pornographic content on Twitter/X. Using a literature review approach, it highlights UU ITE’s role in regulating digital activities by prohibiting the distribution of obscene content. Despite providing a robust legal framework, its implementation faces significant challenges, including user anonymity and limited monitoring capabilities. Data from the Ministry of Communication and Informatics (Kominfo) reveals a substantial increase in the number of blocked pornographic content, although it represents only a fraction of the broader issue. Additionally, Twitter/X’s content moderation policies often conflict with local regulations, requiring closer collaboration between governments and digital platforms. Potential solutions include adopting artificial intelligence for automatic detection, enhancing user verification, and fostering international cooperation. This study concludes that synergy between the government, digital platforms, and the public is essential for creating a safer and more conducive digital space.
Downloads
References
Andrade, I. G. S. N., Sugiartha, I. N. G., & Widyantara, I. M. M. (2023). Sanksi pidana terhadap pelaku yang memperjualbelikan konten pornografi pribadinya melalui media sosial Twitter. Jurnal Preferensi Hukum, 5(1), 8–13. https://doi.org/10.22225/jph.5.1.8637.8-13
Arif, I., & O, N. (2025). Kebijakan kriminal terkait distribusi konten pornografi melalui media elektronik. Jurnal Hukum, Politik, dan Humaniora. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i3.1489
Cao, R. (2024). Melampaui ketenaran: Bintang porno mikroselebriti daring di komunitas Alter Twitter di Filipina. Studi Selebritas, 15, 248–265. https://doi.org/10.1080/19392397.2024.2341601
Coelho, R., & Oliveira, J. (2021). Bagaimana Twitter digunakan untuk berbagi konten pedofilia pada tahun 2020: Sebuah studi empiris. Prosiding Simposium Multimedia dan Web Brasil. https://doi.org/10.1145/3470482.3479473
Fauzi, R. (2023). Tinjauan hukum terhadap transmisi dan distribusi muatan pornografi melalui penyelenggara sistem elektronik lingkup privat asing (Twitter) di Indonesia. COMSERVA: Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i10.614
Frellina, C., Regirma, A., Amatullah, N., & Azizah, S. N. (2021). Pengaturan cyberpornography berdasarkan UU ITE dan UU Pornografi. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 9(5), 793–804. https://doi.org/10.24843/KS.2021.v09.i05.p05
Harefa, A., & Laia, F. (2024). Implikasi hukum pidana terhadap penyebaran berita hoax di media sosial dalam perspektif hukum ITE. Jurnal Strafvordering Bahasa Indonesia. https://doi.org/10.62872/10z57x15
Juditha, C. (2021). Isu pornografi dan penyebarannya di Twitter (Kasus video artis serupa asusila). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik. https://doi.org/10.33299/JPKOP.25.1.3592
Leri, V., & Riadi, I. (2021). Pencarian data konten pornografi pada layanan Twitter menggunakan metode National Institute of Standard and Technology (NIST). Jurnal Internasional Aplikasi Komputer. https://doi.org/10.5120/ijca2021921610
Melati, N., & Widiatno, A. (2024). Hukuman terhadap pelanggar yang menyebarkan gambar porno. Reformasi Hukum Trisakti. https://doi.org/10.25105/refor.v6i1.19121
Santoso, W. S. (2023). Pertanggungjawaban pidana content creator pada konten yang bernuansa pornografi di Indonesia. Jurnal Analisis Hukum, 6(2). https://doi.org/10.38043/jah.v6i2.4511
Sari, I., & Z., [inisial tidak lengkap]. (2021). Kejahatan dunia maya sebagai potensi tindak pidana pelanggaran UU ITE di media sosial: Kajian linguistik forensik di Indonesia. Jurnal Internasional Publikasi Ilmiah dan Riset (IJSRP). https://doi.org/10.29322/ijsrp.11.09.2021.p11747
Singh, M., Bansal, D., & Sofat, S. (2016). Analisis perilaku dan klasifikasi spammer yang menyebarkan konten pornografi di media sosial. Analisis dan Penambangan Jaringan Sosial, 6. https://doi.org/10.1007/s13278-016-0350-0
Siregar, G., & Sihite, I. (2020). Penegakan hukum pidana bagi pelaku penyebar konten pornografi di media sosial ditinjau dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Rectum, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.46930/JURNALRECTUM.V3I1.762
Siregara, G., Siregar, S., & Silaban, R. (2020). Penerapan hukum informasi dan transaksi elektronik dalam mencegah penyebaran konten bermuatan SARA melalui media sosial. [Informasi jurnal tidak lengkap]
Timur, W., H., [inisial tidak lengkap], Royani, F., & Aprianto, S. (2024). Effectiveness of Article 27(1) of Law Number 1 of 2024 in combating online indecency (Criminological perspective). Bengkoelen Justice: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.33369/jbengkoelenjust.v14i2.37167
Utami, H., Alfiansyah, A., & Fadlian, A. (2021). Analisis yuridis terhadap ancaman cyberporn bagi pengguna aplikasi Twitter. De Juncto Delicti: Journal of Law, 1(2), 106–131. https://doi.org/10.35706/djd.v1i2.5738
Zahran, A. G., Fahmi, R. U., Alwi, & Mukaromah, S. (2023). Analisis penggunaan media sosial Twitter sebagai sarana cyber pornography. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 3(1), 260–268. https://doi.org/10.33005/sitasi.v3i1.381


