Kuliatas Pelayanan Ekowisata Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Desa Ketapang Mauk Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v2i2.169Keywords:
Service quality, Servqual, Ecotourism, Mangrove, Ketapang Urban AquacultureAbstract
This study aims to analyze the service quality at Ketapang Urban Aquaculture (KUA), a mangrove ecotourism area in Tangerang Regency, using the Servqual theory encompassing five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This qualitative research utilized primary data from in-depth interviews with KUA management and secondary data from relevant literature. The findings indicate that physical facilities, such as trekking paths and informative signs, enhance visitor comfort. Educational programs run on schedule, and the complaint system effectively addresses visitor concerns. Friendly and well-trained staff provide a sense of safety and a positive tourism experience. However, challenges remain in optimizing sanitation facilities and digital promotion. The study concludes that KUA's service quality meets expectations, supporting sustainable ecotourism.
Downloads
References
Akbar, R., & Azwar. (2024). Prinsip ekowisata Situ Jatijajar Depok sebagai pariwisata berkelanjutan. Jurnal Darma Agung, 32(5), 286–295.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Kabupaten Tangerang dalam angka 2020. Tangerang.
Chandra, T. C., & Hafni, L. (2020). Service quality, consumer satisfaction, dan consumer loyalty: Tinjauan teoritis. Purwokerto: CV. Irdh.
Fitriawati, & Suros, D. S. (2022). Penerapan prinsip ekowisata dalam penyelenggaraan pariwisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. JGG-Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 12(1), 1–21.
Karundeng, M., Tamengkel, L., & Punuindoong, A. (2021). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Benteng Resort Batu Putih. Productivity, 2(6), 511–517.
Maulana, A., Sugiarti, Y., & Fithry, A. (2023). Pertanggungjawaban pelaku usaha atas kerugian wisatawan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jurnal Jendela Hukum, 10(2), 176–196.
Muhammad, M., & Indahsari, K. (2021). Pengembangan ekowisata di Indonesia. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 295–308). Surakarta: E-Proceeding Senriabdi.
Nawawi, M. (2023). Strategi pengelolaan ekowisata mangrove melalui konsep community based tourism (CBT) dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Nishfatin, N., Hasan, Nuryasin, A., & Nuryadin, D. (2024). Analisis perkembangan jumlah fasilitas dan pengunjung di Ketapang Urban Aquaculture Mauk Tangerang Banten. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 7(1), 477–486.
Nurbasari, A., Ariwibowo, A., Raihin, Y. O., Budiningsih, T., & Morgan, G. (2024). Analisis daya tarik wisata, kualitas pelayanan dimediasi kepuasan wisatawan dan keterlibatan wisatawan, pada minat berkunjung ulang (pengembangan wisata berkelanjutan di Pulau Padar). Jurnal Sekretaris dan Administrasi Bisnis, 8(2), 164–179.
Pemerintah Kabupaten Tangerang. (2022). Sewindu rehabilitasi mangrove di Ketapang: Lahan tidur jadi produktif. Dipetik 01 17, 2025, dari https://tangerangkab.go.id/detailberita/7403
Ricadona, A. (2024). Kajian ekowisata mangrove di Desa Ketapang Kecamatan Mauk. Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Jakarta: Universitas Satya Negara Indonesia Jakarta.
Runa, I. W., Suacana, I. W., Mayuni, A. A., Raka, A. A., Ningrum, R., & Made, W. (2021). Kontestasi penguatan desa dan ekowisata Bali. Bali: Pustaka Larasan.
Sahir, S. (2022). Metodologi penelitian. Medan: Penerbit KBM Indonesia.
Setiyarini, T., & Chrismardani, Y. (2019). Konsep pengembangan ekowisata garam melalui pendekatan triple helix di Pulau Madura. Kompetensi, 13(1), 56–72.
Setiyowati, A., Purnomo, H., & Kurriwati, N. (2024). Pengaruh kualitas layanan dan fasilitas terhadap kepuasan wisatawan di destinasi Gua Jeruk, Desa Kebonagung, Kabupaten Sumenep. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(15), 102–114.


