Pilar Ekonomi Hijau melalui Ekspresi Budaya Tradisional: Model Perlindungan Sendang Kun Gerit untuk Penguatan BUMDes Wisata di Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.62383/hukum.v3i3.1042Keywords:
BUMDes, Central Java, Green Economy, Sendang Kun Gerit, Traditional Cultural ExpressionAbstract
This study examines the protection model of Traditional Cultural Expression (TCE) of Sendang Kun Gerit as a pillar of green economy in strengthening tourism Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Central Java. Sendang Kun Gerit is a sacred water spring rich in cultural and ecological values in Semarang Regency that has not yet received adequate legal protection. Through a juridical-empirical approach with in-depth interviews, field observations, and documentation studies, this research analyzes three dimensions: (1) the existing legal framework for TCE protection in Indonesia; (2) the potential of Sendang Kun Gerit as a tourism asset based on local wisdom; and (3) the BUMDes integration model in TCE governance for green economy development. The findings reveal that Sendang Kun Gerit has significant but underutilized potential as an ecotourism destination due to weak institutional governance and the absence of legal protection for traditional cultural expression. This study recommends a Tri-Pillar Conservation-Commercialization-Community model that integrates TCE protection, BUMDes empowerment, and green economy principles as a holistic solution for community-based cultural heritage management in Central Java.
Downloads
References
Anggraeni, R., & Susilo, B. (2023). Environmental trust fund sebagai instrumen pembiayaan konservasi berbasis masyarakat: Kajian komparatif dari Asia Tenggara. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 13(2), 145–160. https://doi.org/10.29244/jpsl.13.2.145-160
Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Coase, R. H. (1960). The problem of social cost. Journal of Law and Economics, 3, 1–44.
Cooter, R., & Ulen, T. (2016). Law and economics (6th ed.). Berkeley Law Books.
Damayanti, F., & Rifai, A. (2023). Multi-SDGs nexus dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal: Studi kasus ekowisata di Jawa Tengah. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(3), 211–228. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i3.47221
Hasanah, U., & Prabowo, D. (2025). Distribusi manfaat ekonomi wisata desa: Model platform BUMDes dan implikasinya terhadap ketimpangan pendapatan komunitas. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 26(1), 78–96. https://doi.org/10.21002/jepi.v26i1.1632
Hidayat, A. R., & Ramdani, T. (2024). Dilema perlindungan ekspresi budaya tradisional dalam sistem hak cipta Indonesia: Antara kepentingan negara dan hak komunitas adat. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 31(2), 310–332. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss2.art3
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.
Kurniawan, A., & Santoso, B. H. (2023). Penguatan modal sosial dalam tata kelola BUMDes wisata: Perspektif kelembagaan kolektif. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 27(1), 55–72. https://doi.org/10.22146/jsp.67812
Lestari, P., & Nurhayati, S. (2025). Inventarisasi nasional ekspresi budaya tradisional: Urgensi, tantangan, dan rekomendasi kebijakan. Jurnal Ilmu Hukum, 28(1), 1–22. https://doi.org/10.30652/jih.v28i1.9834
Mackaay, E. (2013). Law and economics for civil law systems. Edward Elgar Publishing.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Prenada Media Group.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nguyen, T. H., Pratiwi, A., & Somchai, K. (2022). Green economy pathways through cultural heritage tourism: Evidence from Southeast Asia. Journal of Sustainable Tourism, 30(8), 1820–1845.
Nugroho, S., & Pratama, Y. (2023). Transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia: Kebijakan, capaian, dan agenda ke depan. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 15(1), 34–58. https://doi.org/10.17977/um002v15i12023p034
Nugroho, T., Sulistyowati, R., & Hakim, A. (2024). Peluang pembiayaan hijau untuk pengembangan ekowisata berbasis komunitas di Indonesia: Perspektif green finance. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 28(2), 189–210. https://doi.org/10.26905/jkdp.v28i2.9921
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 21.
Posner, R. A. (1973). Economic analysis of law (1st ed.). Little, Brown and Company.
Posner, R. A. (1980). The ethical and political basis of the efficiency norm in common law adjudication. Hofstra Law Review, 8(3), 487–507.
Posner, R. A. (2007). Economic analysis of law (7th ed.). Wolters Kluwer Law & Business.
Posner, R. A. (2014). Economic analysis of law (9th ed.). Wolters Kluwer Law & Business.
Prasetyo, A., Kurniawan, F., & Widiastuti, S. (2023). Model penguatan BUMDes wisata berbasis potensi lokal untuk pemberdayaan ekonomi desa. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 14(2), 112–135.
Prasetyo, H., & Andriani, L. (2025). Sendang dalam kosmologi Jawa: Ekologi, spiritualitas, dan warisan budaya tak benda. Jurnal Kajian Budaya, 12(1), 44–67. https://doi.org/10.14710/budaya.v12i1.44671
Rahayu, S., & Santoso, E. (2024). Collaborative governance dalam tata kelola BUMDes: Adaptasi teori Ansell-Gash dalam konteks desa Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 16(1), 1–20. https://doi.org/10.21776/ub.jap.2024.016.01.01
Rahmatullah, I., & Pratiwi, N. D. (2024). Komersialisasi wisata ritual adat: Antara autentisitas budaya dan komodifikasi. Jurnal Pariwisata dan Kewirausahaan, 9(2), 134–152. https://doi.org/10.36276/mws.v9i2.544
Rusdi, R., Pramudiana, I. D., Ramadhan, F., & Kamariyah, S. (2025). Inclusiveness of BUMDes services through service quality based on the SERVQUAL model: Case study in Daha Utara District. Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara, 2(4), 1–18. https://doi.org/10.62383/hukum.v2i4.495
Santoso, H., & Rahayu, N. (2022). Perlindungan hukum ekspresi budaya tradisional di Indonesia: Antara rezim hak cipta dan kepemilikan komunal. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 498–524.
Saputra, A., Wulandari, T., & Cahyono, B. (2024). Ekspresi budaya tradisional sebagai aset tak berwujud dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 7(1), 88–107. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v7i1.8899
Septiana, D., & Wahyudi, R. (2025). Free, prior, and informed consent (FPIC) dalam pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal: Studi kasus di Jawa Tengah dan Bali. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 55(1), 67–88. https://doi.org/10.21143/jhp.vol55.no1.3621
Shavell, S. (2004). Foundations of economic analysis of law. Harvard University Press.
Susanto, H., & Fitriani, R. (2023). Implementasi Nagoya Protocol di tingkat desa: Hambatan dan strategi penguatan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 10(1), 23–45. https://doi.org/10.38011/jhli.v10i1.319
Suryani, M., & Haryanto, E. (2024). BUMDes sebagai wahana pelestarian kearifan lokal: Tinjauan teoritis dan praktik lapangan. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 12(2), 101–118. https://doi.org/10.30596/jips.v12i2.14871
Sutrisno, B., & Halim, A. (2024). Regulasi desa sebagai instrumen perlindungan kearifan lokal: Analisis terhadap 50 peraturan desa di Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 24(2), 213–232. https://doi.org/10.30641/dejure.2024.V24.213-232
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 266.
UNEP. (2011). Towards a green economy: Pathways to sustainable development and poverty eradication. United Nations Environment Programme.
UNWTO. (2020). One planet vision for a responsible recovery of the tourism sector. World Tourism Organization.
Wardana, A., & Soekotjo, R. (2024). Perlindungan warisan budaya tak benda dalam hukum daerah Jawa Tengah: Analisis terhadap Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 6(1), 45–67. https://doi.org/10.31328/jhkp.v6i1.4412
Wearing, S., & Wearing, M. (2019). Rethinking global consumption: Tourism, place and identity. Routledge.
Wibowo, A. P., & Kusuma, D. (2023). Fragmentasi hukum perlindungan ekspresi budaya tradisional di Indonesia: Analisis kritis dan arah reformasi. Jurnal Konstitusi, 20(4), 789–815. https://doi.org/10.31078/jk2044
Wibowo, P., & Fatimah, S. (2023). Antara pelestarian dan komodifikasi: Dinamika wisata budaya di destinasi wisata Jawa Tengah. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 17(1), 88–110.
Wijayanti, S., & Setiawan, D. (2024). Transformasi wisata berbasis sumber mata air: Studi kasus BUMDes Tirta Mandiri Umbul Ponggok Klaten. Jurnal Pengembangan Kota, 12(1), 58–76. https://doi.org/10.14710/jpk.12.1.58-76
WIPO IGC. (2022). Traditional cultural expressions: Consolidated document (WIPO/GRTKF/IC/44/4). World Intellectual Property Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



