Efektivitas Program Pemberdayaan Petani Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Torok Golo, Kecamatan Rana Mese Manggarai Timur
DOI:
https://doi.org/10.62383/studi.v2i2.285Keywords:
Community Participation, Farmer Empowerment, Qualitative Approach, Program Effectiveness, Rural DevelopmentAbstract
Torok Golo Village in Rana Mese District, East Manggarai, is an agrarian area with significant agricultural potential but faces various structural challenges, such as limited access to agricultural technology, weak farmer institutions, and low community participation in village development planning processes. This study aims to evaluate the effectiveness of a community-based farmer empowerment program in the area. A qualitative approach was used with a descriptive-qualitative research design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving local actors, including farmers, extension workers, village officials, and program facilitators. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the empowerment program has enhanced farmers' capacities in production and group collaboration, and there has been active community participation during the implementation phase. However, participation in the planning and evaluation stages remains suboptimal, and the institutional structure of farmer groups still requires strengthening. Other weaknesses include limited market access and low utilization of modern agricultural technologies. The study concludes that program effectiveness heavily depends on sustained community participation across all stages and structural support from the government and assisting institutions. Future research is recommended to explore technology-based empowerment models combined with the strengthening of local institutions to better adapt to the needs of rural communities in remote areas.
Downloads
References
Anantanyu, S., Sumardjo, S., Slamet, M., & Tjitropranoto, P. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelembagaan petani (Kasus di Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Penyuluhan, 5(1).
Bawole, P. (2019). Meningkatkan kapabilitas masyarakat melalui proses pembangunan infrastruktur kampung kota di Yogyakarta. Media Matrasain, 16(1), 49–63.
Diwyanto, K., & Priyanto, D. (2014). Pengembangan pertanian wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 30888.
Fadillah, M. R., Fauzi, F., Al Haris, M., Multiyaningrum, R., Pandiriyan, M. T., Amrullah, S., & Barlian, S. A. R. (2024). Pelatihan pertanian modern untuk meningkatkan regenerasi petani muda di Desa Sidorejo Demak. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 7.
Hamid, A. (2017). Pendidikan karakter berbasis pesantren: Pelajar dan santri dalam era IT dan cyber culture. Imtiyaz.
Iqbal, M., & Sudaryanto, T. (2008). Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dalam perspektif kebijakan pembangunan pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(2), 155–173.
Kaharuddin, K., Pudyatmoko, S., Fandeli, C., & Martani, W. (2020). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata. Jurnal Ilmu Kehutanan, 14(1), 42–54.
Moridu, I., Purwanti, A., Melinda, M., Sidik, R. F., & Asfahani, A. (2023). Edukasi keberlanjutan lingkungan melalui program komunitas hijau untuk menginspirasi aksi bersama. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 7121–7128.
Nagara, Y. S., Yuliati, Y., & Toyba, H. (2024). Peran dinas terkait dalam pemanfaatan teknologi informasi di Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(3), 2012–2016.
Nazaruddin, N., & Anwarudin, O. (2019). Pengaruh penguatan kelompok tani terhadap partisipasi dan motivasi pemuda tani pada usaha pertanian di Leuwiliang, Bogor. Jurnal Agribisnis Terpadu, 12(1), 1–14.
Nuraisyah, N. S. T., Rahman, D., & Sultani, S. (2024). Strategi pemberdayaan petani dalam pembangunan agribisnis inklusif. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 7618–7627.
Nurhayati, Y. (2018). Penerapan model Kirkpatrick untuk evaluasi program diklat teknis subtantif materi perencanaan pembelajaran di wilayah kerja Provinsi Kepulauan Riau. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan, 6(2), 170–187.
Permana, A. F. (2021). Konseptualisasi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. J-EBI: Jurnal Ekonomi Bisnis Islam, 1(1).
Prayitno, G., & Subagiyo, A. (2018). Membangun desa: Merencanakan desa dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Universitas Brawijaya Press.
Rangga, K. K., Mutolib, A., Yanfika, H., Listiana, I., & Nurmayasari, I. (2020). Tingkat efektivitas penyuluhan pertanian di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(1), 1–16.
Sary, F. P., & Santoso, T. I. (2024). Inovasi dalam peningkatan kesadaran dan pengelolaan wisata berbasis komunitas di Desa Tenjolaya untuk pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 4(6).
Syidiq, M. (2024). Arsitektur berbasis komunitas: Membangun ruang yang berkelanjutan dan inklusif. WriteBox, 1(3).
Takdir, M., & Hosnan, M. (2021). Revitalisasi kesenian batik sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan agama: Peran generasi muda dalam mempromosikan kesenian batik di Pamekasan Madura. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 366–374.
Wuli, R. N. (2024). Peran manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Ngada. Journal of Syntax Literate, 9(3).
Zunaidi, A. (2024). Metodologi pengabdian kepada masyarakat: Pendekatan praktis untuk memberdayakan komunitas.


