Analisis Yuridis terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pelecehan Seksual Berbasis Al (Deepfake Pornografi) di Media Sosial

Studi Kasus Mahasiswa Universitas Udayana Bali

Authors

  • Anggi Lia Liswati Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Taun Taun Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.62383/hukum.v2i6.742

Keywords:

AI Technology, Criminal Liability, Deepfake, Digital Sexual Violence, Victim Protection

Abstract

The advancement of Artificial Intelligence (AI) technology has generated significant benefits while simultaneously creating new opportunities for cyber-based sexual offenses, particularly through deepfake technology, which enables the manipulation of a person's face into pornographic content without consent. This study examines criminal liability for perpetrators of AI-based sexual harassment and legal protection for victims in deepfake pornography cases, focusing on a case involving a student at Udayana University, Bali. This research employs a normative legal method by analyzing primary, secondary, and tertiary legal materials. The findings indicate that although Indonesian law does not yet explicitly regulate deepfake technology, perpetrators can still be prosecuted under the Electronic Information and Transactions Law, Pornography Law, Sexual Violence Law, and the new Criminal Code. Criminal intent is established through the deliberate manipulation, creation, and dissemination of non- consensual sexual content. Furthermore, victims are entitled to legal protection, including psychological recovery, privacy rights, restitution, and content removal. This study highlights the urgency of developing specific regulations addressing AI-related sexual crimes, enhancing forensic digital capabilities, and strengthening victim-centered protection mechanisms. The research contributes to the legal discourse on emerging digital crimes and emphasizes the need for adaptive legal frameworks in the AI era.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia, Y. F., Kaimuddin, A., & Ashsyarofi, H. L. (2024). Pertanggungjawaban pidana pelaku terhadap korban penyalahgunaan artificial intelligence deepfake menurut hukum positif Indonesia. Dinamika, 30(1), 9675–9691.

Anjani, V. A. (2024). Cyberbullying dan dinamika hukum di Indonesia: Paradoks ruang maya dalam interaksi sosial di era digital. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 4(1), 1–28. https://doi.org/10.14421/cyg94d68

Candra, S. (2013). Pembaharuan hukum pidana: Konsep pertanggungjawaban pidana dalam hukum pidana nasional yang akan datang. Jurnal Cita Hukum, 1(1), 95–895. https://doi.org/10.15408/jch.v1i1.2979

Harun, F. A., & Nurhadiyanto, L. (2024). Rekayasa konten pornografi berbasis AI image generator dalam perspektif space transition theory. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(3), 408–418. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i3.826

Irhamdessetya, H. (2024). Rekonstruksi regulasi perlindungan saksi dan korban dalam perspektif sistem peradilan pidana berbasis nilai keadilan restoratif (Disertasi doktoral, Universitas Islam Sultan Agung).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Manurung, C. (2023). Penerapan sanksi pidana terhadap pelaku penyebaran berita bohong (hoax) dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menurut maqashid syari'ah (Disertasi doktoral, Universitas Islam Indonesia).

Muarifin, Z. (2024). Lunturnya moralitas pendidikan di era artificial intelligence. Journal Creativity, 2(2), 221–234. https://doi.org/10.62288/creativity.v2i2.25

Nurisman, E. (2022). Risalah tantangan penegakan hukum tindak pidana kekerasan seksual pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 170–196. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.170-196

Paradiaz, R., & Soponyono, E. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban pelecehan seksual. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(1), 61–72. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i1.61-72

Rahmasari, S. H. (2024). Pengaturan perlindungan hukum atas publikasi data pribadi anak korban kekerasan seksual ditinjau dari prinsip kepentingan terbaik bagi anak (Disertasi doktoral, Universitas Islam Indonesia).

Simatupang, N. (2023). Rekonstruksi regulasi hukuman kebiri guna perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual berdasarkan nilai keadilan (Disertasi doktoral, Universitas Islam Sultan Agung).

Syahirah, S. N., & Prasetyo, B. (2025). Tinjauan yuridis terhadap penggunaan teknologi deepfake untuk pornografi melalui artificial intelligence (AI) di Indonesia. Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan, 6(1).

Udayana, I. G. P., Widyantara, I. M. M., & Karma, N. M. S. (2022). Penyalahgunaan aplikasi media sosial sebagai eksploitasi dalam tindak pidana pornografi. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(2), 438–443. https://doi.org/10.55637/jkh.3.2.4852.438-443

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Utara, E. R., & Widyawati, A. (2025). Analysis of criminal law enforcement on non-consensual deepfake pornography in the dissemination of manipulative content in Indonesia: Analisis penegakan hukum pidana deepfake pornografi non-konsensual dalam penyebaran konten manipulatif di Indonesia. Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 11(1), 125–153. https://doi.org/10.15642/aj.2025.11.1.125-153

Downloads

Published

2025-11-27

How to Cite

Anggi Lia Liswati, & Taun Taun. (2025). Analisis Yuridis terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pelecehan Seksual Berbasis Al (Deepfake Pornografi) di Media Sosial : Studi Kasus Mahasiswa Universitas Udayana Bali. Jurnal Hukum, Administrasi Publik Dan Negara, 2(6), 162–176. https://doi.org/10.62383/hukum.v2i6.742

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 

You may also start an advanced similarity search for this article.