Kajian Normatif Pertanggung Jawaban Pidana pada Pelaku Prostitusi Online Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara sebagai Upaya Penguatan Peran Intelijen Negara dan Jaminan Perlindungan Hukum Agen Intelijen

Authors

  • Nikson Yusuf Universitas Gorontalo
  • Yusrianto Kadir Universitas Gorontalo
  • Ibrahim Ahmad Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.62383/hukum.v2i3.301

Keywords:

Security, State, Intelligence, Legal-Protection, Human-Rights

Abstract

Intelligence is closely related to the state, because intelligence functions as an important tool and instrument to maintain the security and sovereignty of the state. Intelligence helps the state in identifying, analyzing, and overcoming threats, both from within and outside the country, and supports the formulation of effective security and defense policies so that appropriate steps can be taken to protect national interests. This writing uses a normative legal research method, namely legal research conducted by examining library materials or secondary data, also called doctrinal research, where law is often conceptualized as what is written in laws and regulations (law in books) or conceptualized as rules or norms that are benchmarks for human behavior. Intelligence at the practical level plays a role as the vanguard in the national security system. The provisions of Law Number 17 of 2011 concerning State Intelligence. which is the legal umbrella for intelligence organizers in carrying out intelligence duties and functions, where the essence of state intelligence is the first line in the national security system. Forms of legal protection for Intelligence Agency agents guaranteed by the state include personal protection, family protection, security protection, welfare protection and supervision.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi Prasetyo, Y. (2006). Intelijen, sensor, dan negeri kepatuhan. Dalam Negara, intel, dan kepatuhan. Jakarta: Pacivis UI.

Anggoro, A. A., & T. (2010). Terorisme dan intelijen. Jurnal Ketahanan Nasional, 15(3), 1–14.

Arum, F. A. (2019). Reposisi intelijen negara dalam Badan Intelijen Negara pasca Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Jurnal Kajian Hukum, 4(1), 48–73. https://e-journal.janabadra.ac.id/index.php/KH/article/download/FAA/pdf_19

Astuti, S. A., & Murjiono. (2024). Perlindungan hukum agen intelijen dalam pelaksanaan tugas operasi intelijen berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Perfecto: Jurnal Ilmu Hukum, 1(4), 355–366. https://doi.org/10.32884/jih.v1i4.1639

Bakker, F. F., Putri, R. T., Deputra, A. A., & Imigrasi, P. (2021). Keimigrasian dalam pengawasan tenaga kerja asing pada masa pandemi Covid-19. JLBP: Journal of Law and Border Protection, 3(1), 65–75. https://journal.poltekim.ac.id/jlbp/article/view/209

Born, H., & Leigh, I. (2005). Making intelligence accountable: Legal standards and best practice for oversight intelligence agencies. Oslo: Publishing House of the Parliament of Norway.

Breneau, T. C., & Boraz, S. C. (2007). Intelligence reform: Balancing democracy and effectiveness. Dalam T. C. Breneau & S. C. Boraz (Eds.), Reforming intelligence (pp. xx–xx). USA: University of Texas Press.

Budiman, A. (2011). Pengelolaan kerahasiaan informasi intelijen negara. Jurnal Kajian, 16(2), 413–438.

Gultom, R. M. B. (2024). Pengungkapan jaringan sindikat narkotika berbasis intelijen teknologi oleh BNN RI dalam rangka penegakan hukum pada tindak pidana narkotika. Veritas: Jurnal Program Pascasarjana Ilmu Hukum, 10(2), 120–135.

ISDPS. (2009). Reformasi intelijen dan Badan Intelijen Negara: Paduan pelatihan tata kelola sektor keamanan untuk organisasi masyarakat sipil. Jakarta: ISDPS.

Lay, C. (2005). Menjaring bayang-bayang: Dilema pengawasan intelijen dalam masyarakat demokratis. Dalam Reformasi intelijen negara. Jakarta: Pacivis-UI & FES.

Marzuki, P. M. (2008). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Media Group.

Mukantardjo, R. S. (2005). Tindakan intelijen bukan tindakan yang melawan hukum. Dalam Reformasi intelijen negara. Jakarta: Pacivis-UI & FES.

Nusa Bhakti, I. (2005). Intelijen dan keamanan negara. Dalam Reformasi intelijen negara. Jakarta: Pacivis-UI & FES.

Sangidum. (2009). Intelijen negara dalam perspektif ketatanegaraan Indonesia dan ketatanegaraan Islam. Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Saptaningrum, I., & Abidin, Z. (2006). Menagih pertanggungjawaban kejahatan intelijen di depan pengadilan: Keterbatasan dan alternatif. Dalam Negara, intel, dan ketakutan. Jakarta: Pacivis UI.

Shania Kaulika Katuuk, Sepang, M., & Nachrawy, N. (2023). Fungsi, tugas, dan wewenang BIN berdasarkan UU Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Lex Privatum, 11(3).

Singh, R., & Triadi, I. (2023). Peran intelijen dalam meningkatkan kemampuan negara dalam pertahanan nasional. Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(5), 63–73.

Wibisono, A. A., & Idris, F. (2006). Menguak intelijen “hitam” Indonesia. Dalam A. Widjojanto (Ed.), Jakarta: Pacivis UI.

Widjajanto, A., & Wardhani, A. (2006). Hubungan intelijen–negara 1945–2004. Jakarta.

Widjajanto, A., Lay, C., & Keliat, M. (2006). Intelijen: Velox et exactus. Jakarta: Pacivis UI & Kemitraan.

Witanto, I. A. (2023). Pendidikan kewarganegaraan dalam hukum negara di Indonesia. Ganesha Civic Education Journal, 5(2), 117–122.

Downloads

Published

2025-05-28

How to Cite

Nikson Yusuf, Yusrianto Kadir, & Ibrahim Ahmad. (2025). Kajian Normatif Pertanggung Jawaban Pidana pada Pelaku Prostitusi Online Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara sebagai Upaya Penguatan Peran Intelijen Negara dan Jaminan Perlindungan Hukum Agen Intelijen. Jurnal Hukum, Administrasi Publik Dan Negara, 2(3), 170–191. https://doi.org/10.62383/hukum.v2i3.301

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.