Media Massa dan Disintegrasi Bangsa
DOI:
https://doi.org/10.62383/studi.v2i2.254Keywords:
Centrifugal, Disintegration of the Nation, Mass MediaAbstract
This article was written to examine and analyze the impact of the role of the mass media on the potential problems of the disintegration of the Indonesian nation which have been quite widespread lately. This article was written on the basis that the mass media can play a dual role as a factor of integration and disintegration, amidst the growth of press freedom as a result of the growth of democracy and democratization in Indonesia. This research is qualitative research with library research as the main data collection technique. This study found that the potential of the mass media can play a role in strengthening integration in society but at the same time can be a factor in the occurrence of disintegration. This really depends on the tendency of the media itself, whether the media tends to be centrifugal or tends to be centripetal. If the media tends to be centrifugal, it will speed up the process of disintegration, likewise if the mass media tends to be centripetal then it can become an adhesive and strengthen national integration.
Downloads
References
Allen, T., & Seaton, J. (1999). Introduction. In T. Allen & J. Seaton (Eds.), The media of conflict. Zed Books.
Amelia, U. S., & Sukartik, D. (2022). Penerapan jurnalisme damai dalam pemberitaan kudeta Myanmar di media online Kompas.com. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.24014/jrmdk.v4i1.18498
Angjaya, S. V., Susanto, E. H., & Siswoko, K. H. (2018). Jurnalisme damai pemberitaan tragedi Bom Surabaya Mei 2018 (Analisis wacana media siber Kompas.com, Okezone.com, Liputan6.com). Koneksi, 2(2), 562–568. https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3937
Arisaputra, M. I. (2021). Reforma agraria di Indonesia (M. Sari, Ed.; Digital).
Cangara, H. (2009). Pengantar ilmu komunikasi (Edisi Revisi). RajaGrafindo Persada.
Fitriawan, R. A. (2017). Jurnalisme sains dan sistem peringatan dini di Indonesia. Jurnal Kajian Jurnalisme, 1(1).
Galtung, J., & Vincent, R. C. (1992). Global glasnost: Toward a new world information and communication order? Hampton Press.
Gunarjo, N., Prajarto, Y. A. N., & Herianto, A. S. (2013). Dilema pers birokratik di era demokratisasi: Studi kasus Tabloid Komunika Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jurnal Kawistara, 3(1), 79–93. https://doi.org/10.22146/kawistara.3963
Hadi, I. P., Wahyjudianata, M., & Indrayani, I. I. (2021). Komunikasi massa. CV. Penerbit Qiara Media.
Haryati, H. (2003). Sikap pers terhadap kondisi keterpurukan bangsa Indonesia. Mediator: Jurnal Komunikasi, 4(1), 41–48.
Hendra, T. (2019). Media massa dalam komunikasi pembangunan. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa, 1, 136–152.
Husain, W. (2011). Kontrol sosial Harian Palopo Pos dalam mewujudkan good governance di Luwu. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(3), 283–296.
Isma, A. (2019). Pengembangan keilmuan Program Studi Jurnalistik Islam melalui mata kuliah peace journalism. Jurnal Dakwah Risalah, 30(1), 47–60. https://doi.org/10.24014/jdr.v30i1.6450
Kadarisman, M. (2010). Faktor geografi dalam mencegah disintegrasi bangsa (Upaya mempertahankan nasionalisme Indonesia). Sociae Polites, 11(30), 39–52.
Kusmiati, Y. (2018). Warisan sosial sebagai salah satu fungsi komunikasi massa: Sebuah tinjauan komunikasi Islam. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 339–344.
McQuail, D. (1987). Mass communication theory: An introduction. Sage Publications.
McQuail, D. (1997). Audience analysis. Sage Publications.
Muhazir, A. (2021). Komunikasi politik: Demokrasi, media massa, dan pemilihan umum di Indonesia. Zahira Media Publisher.
Musbikin, I. (2021). Penguatan karakter gemar membaca, integritas dan rasa ingin tahu. Nusa Media.
Namira, S., & Nuraeni, R. (2017). Fungsi televisi lokal sebagai media pelestarian budaya (Studi kasus program acara Kandaga di stasiun televisi lokal TVRI Jawa Barat sebagai media pelestarian budaya masyarakat Jawa Barat). E-Proceeding of Management, 4(3), 3084–3091.
Nasution, Z. (2007). Bahasa sebagai alat komunikasi politik dalam rangka mempertahankan kekuasaan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(3), 445–464.
Nida, F. L. K. (2014). Persuasi dalam media komunikasi massa. Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 2(2), 77–95.
Nugroho, R. P. (2018). Penerapan jurnalisme damai dalam pemberitaan (Analisis isi kuantitatif terhadap pemberitaan konflik Rohingya di Kompas.com dan Detik.com periode Agustus 2017-Oktober 2017) [Skripsi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta].
Nur, E. (2016). Tanggapan masyarakat terhadap pemberitaan media Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan, 17(2), 113–126.
Poti, J. (2016). Demokratisasi media massa, relasi kuasa negara, masyarakat dan pemilik media. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(1), 78.
Situmeang, I. V. O. (2015). Modul komunikasi massa.
Sukma Alam. (2020). Jurnalisme damai dalam pembingkaian berita rasisme mahasiswa Papua di Tribunnews.com dan Detik.com. Jurnal Pewarta Indonesia, 2(2), 121–136.
Supriyanto, Y. (2011). Peran komunikasi politik pemerintah dalam. KYBERNAN: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 2(2), 1–11.
Umar, B. W. (2017). Polisi dalam arus radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa. Jurnal Ilmu Kepolisian, 11(2), 51–57.
Wahyuni, A. (2019). Peranan produser dalam meningkatkan kinerja news anchor pada program acara Kompas SUMUT di Kompas TV Medan [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara].
Yumiarti, Y., & Komalasari, B. (2020). Pemanfaatan internet dan agenda setting media massa. Jurnal Dakwah dan Komunikasi5, 5(1), 69–88.
Zulfebriges. (2003). Teori media-Marxist: Sebuah pengantar. Mediator: Jurnal Komunikasi, 4(1), 79–90.


