Persetujuan Tindakan Medis Dalam Anestesiologi dan Perawatan Intensif Tinjauan Teori Hukum dan Hak Pasien

Authors

  • Pirma Ivan Ricky Manurung Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Sulyaprilawati Battri Siahaan Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Abdul Rahman Maulana Siregar Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.62383/hukum.v2i2.171

Keywords:

Informed consent, Anesthesiology, Intensive care, Patient rights

Abstract

Informed consent is an essential element in health services, including in the field of anesthesiology and intensive care, which have high risks and involve critical medical decisions. This study aims to analyze the procedures and implementation of informed consent for patients in the anesthesia and intensive care unit, highlighting the legal and ethical aspects of decision-making. A qualitative approach was used to evaluate patients' and families' understanding of the medical information provided, their rights in agreeing to or refusing medical treatment, and the role of doctors in ensuring that consent is given voluntarily and informatively. Data were obtained through in-depth interviews with health practitioners and a review of related legal and medical ethics literature. The results of the study indicate that the implementation of informed consent in the intensive care unit and anesthesiology unit often faces challenges due to the critical condition of the patient, time constraints, and the complexity of communication. Therefore, this study recommends strengthening communication policies and training for medical personnel to ensure that patient rights are met and medical actions can be carried out in accordance with applicable ethical and legal principles.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Rahman Maulana Siregar, & Abdul Razak Nasution. (2023). Hukum dalam pendidikan Islam: Sebuah metode penyelesaian sengketa di luar pengadilan sebagai alternatif penyelesaian sengketa antar masyarakat Nagori di Kabupaten Simalungun. Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 921–940.

Abdul Rahman Maulana Siregar, S.H., M.H.Li. (2017). Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Tahun 1945. FH UNPAB, 5(5), 100–108.

Anzward, B., & Muslaini, M. (2019). Prinsip keadilan dalam pemenuhan hak pasien penerima bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Jurnal De Facto, 5(2), 232–254.

Hanafiah, M. J., & Amir, A. (2013). Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC.

Kartini, A. (2018). Hukum dan Etika Kedokteran di Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.

Mahfud, M. D., & Hidayat, A. (2020). Hak-Hak Pasien dalam Hukum Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 1690/Menkes/Per/XI/2011. (2011). Mengatur tentang penyelenggaraan dan pelayanan anestesiologi, termasuk standar dan prosedur dalam memberikan anestesi, persetujuan tindakan, dan tanggung jawab dokter anestesi.

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 4 Tahun 2018. (2018). Mengatur tentang pelayanan perawatan intensif, termasuk kriteria dan standar pelayanan di ruang perawatan intensif, serta hak dan kewajiban pasien.

Prasetyo, D. A. (2021). Aspek Hukum Persetujuan Tindakan Medis pada Pasien Dewasa dan Anak-Anak dalam Praktik Anestesiologi. Surabaya: Airlangga University Press.

Sitanggang, T. (2017). Aspek hukum kepemilikan rekam medis dihubungkan dengan perlindungan hak pasien. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 2(1), 198–211.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Wijayanti, T. (2019). Hak Pasien dalam Pelayanan Kesehatan: Analisis Teori dan Praktik Hukum di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Yuliana, A., & Rahman, A. (2018). Informed Consent: Hak Pasien dan Tanggung Jawab Medis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2025-02-05

How to Cite

Pirma Ivan Ricky Manurung, Sulyaprilawati Battri Siahaan, & Abdul Rahman Maulana Siregar. (2025). Persetujuan Tindakan Medis Dalam Anestesiologi dan Perawatan Intensif Tinjauan Teori Hukum dan Hak Pasien. Jurnal Hukum, Administrasi Publik Dan Negara, 2(2), 13–25. https://doi.org/10.62383/hukum.v2i2.171

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.