Pemanfaat Labu Siam (Sechium Edule) dalam Pembuatan Selai sebagai Alternatif Produk Olahan Lokal

Authors

  • Salmaa Lutfi Azhari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
  • Alip Suroto Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
  • Salam Setiyawan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.632

Keywords:

Characteristics, Chayote, Experiments, Jam, Local Food

Abstract

Local food such as chayote (Sechium edule) has great potential as a healthy and environmentally friendly product that can support food security and improve the economic value of local communities. The innovation of processing chayote, particularly into jam, not only helps reduce agricultural waste but also opens up promising new market opportunities. This study applied an experimental design to produce chayote jam with variations in the use of granulated sugar, glucose, and the addition of mint leaves to enhance flavor. The production stages included grating fresh chayote, cooking until the water content was reduced, adding sugar and pectin to achieve a thick and stable texture, and finally packaging the product in sterilized glass jars. An organoleptic test was conducted with 32 panelists to evaluate the color, aroma, taste, texture, and overall acceptability of the product. The results indicated that jam dominated by granulated sugar (Sample A) gained the highest level of preference, with an overall acceptance of 81%. In contrast, jam made with full glucose substitution (Sample C) received the lowest score of 66%. Generally, chayote jam had a natural green color, distinctive aroma, and thick texture that were well accepted by consumers. The main factors determining jam quality were cooking techniques, the balance of thickening agents, and the proper combination of ingredients. Therefore, chayote jam has the potential to become an innovative, healthy, and value-added local food product. Support in the form of training, technology application, and promotional strategies is essential to strengthen its competitiveness, improve farmers’ welfare, and enhance food diversification based on Indonesia’s local resources.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, I. (2019). Budi daya labu siam di lahan tropis. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Anita. (2021). Teknologi pengolahan buah menjadi produk selai. Bandung: Pustaka Agro.

Anwar. (2020). Pektin dan peranannya dalam industri pangan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Press.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2023). Standar nasional selai buah di Indonesia. Jakarta: BPOM RI.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik hortikultura nasional 2021. Jakarta: BPS RI.

Handayani, S. (2020). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan nasional. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Hidayati, N. (2021). Ketergantungan produk impor terhadap ketahanan pangan. Yogyakarta: Deepublish.

Indrawati. (2022). Inovasi produk sayuran lokal. Bogor: IPB Press.

Isnaini, D. (2023). Produk olahan buah dan sayur tradisional. Semarang: Widya Karya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Tabel komposisi pangan Indonesia 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kurniawan, A. (2023). Makanan tradisional nusantara. Surabaya: UB Press.

Listiana. (2023). Inovasi pangan fungsional lokal. Malang: Media Edukasi.

Luthfi. (2021). Proses pembuatan selai tradisional dan modern. Bandung: Andi Publisher.

Maghfira. (2020). Kandungan nutrisi dan manfaat sayuran lokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mardesci. (2020). Teknologi pengemasan pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Maya. (2021). Teknik pemrosesan buah dalam produk selai. Surabaya: Citra Pustaka.

Ningsih, L. (2020). Strategi diversifikasi produk pangan lokal. Bandung: Pustaka Mandiri.

Nur Hasnia. (2020). Pengemasan makanan aman dan higienis. Bandung: Media Agro.

Nur Hasan. (2024). Dasar-dasar kimia gula dalam industri pangan. Jakarta: AgroMedia.

Nurmalasari. (2019). Morfologi dan manfaat labu siam. Jakarta: Bio Publisher.

Permana. (2023). Curd sebagai produk turunan citrus. Bandung: Penerbit Pangan Nusantara.

Prasetowati, Y. (2019). Formulasi selai buah rendah gula. Surabaya: Pustaka Tani.

Prasetyo, A., & Wulandari, S. (2021). Pangan sehat berbasis sayuran lokal. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Pratiwi. (2023). Peran gula dalam pembentukan gel selai. Jakarta: Widya Media.

Putri, A. (2023). Variasi produk selai dari buah lokal. Malang: CV Inovasi Pangan.

Putri, A., dkk. (2023). Pemanfaatan sayur lokal dalam produk olahan modern. Bandung: Akademia.

Rahman. (2021). Dampak ekonomi ketergantungan produk impor. Jakarta: Ekopress.

Rahmawati. (2020). Penyimpanan produk selai dan stabilitas mutu. Bogor: Agro Edu Press.

Rahminiwatis. (2020). Manfaat prebiotik dalam sayuran lokal. Medan: Universitas Sumatera Utara Press.

Rimbawan, Y. (2023). Makanan fungsional dan implikasinya terhadap kesehatan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ruswan. (2020). Sejarah selai dan evolusinya dalam dunia kuliner. Bandung: Pustaka Nusantara.

Saragih, S. (2018). Nilai tambah produk olahan hortikultura. Jakarta: Bumi Aksara.

Santoso, B. (2023). Fruit leather sebagai produk selai inovatif. Yogyakarta: Agrofood Publisher.

Santoso, H. (2020). Daya simpan selai buah pada berbagai suhu. Surabaya: UB Press.

Sari, A. (2020). Penerapan produk inovatif dari sayuran lokal. Bandung: Deepublish.

Downloads

Published

2025-09-22

How to Cite

Salmaa Lutfi Azhari, Alip Suroto, & Salam Setiyawan. (2025). Pemanfaat Labu Siam (Sechium Edule) dalam Pembuatan Selai sebagai Alternatif Produk Olahan Lokal. Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia, 2(3), 85–94. https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.632

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.