Struktur Sosial Pelaksanaan Adat Hata Situtur Poda pada Pernikahan Masyarakat Angkola dan Mandailing

Authors

  • Naima Batubara Universitas Malikussaleh
  • Abdullah Akhyar Nasution Universitas Malikussaleh
  • Rakhmadsyah P. Rangkuty Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i4.762

Keywords:

Angkola, Hata Situtur Poda, Mandailing, Social Structure, Wedding Customs

Abstract

This study aims to describe the social structure in the implementation of the Hata Situtur Poda custom in the marriage of the Angkola and Mandailing communities in Paringgonan Julu Village, Ulu Barumun District, Padang Lawas Regency, and identify the roles and responsibilities of each element in the social structure. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews and study of related documents. Data analysis was done thematically by categorizing, describing, and drawing conclusions based on data obtained in the field. The results showed that the social structure of the implementation of Hata Situtur Poda involved various elements, namely the bride and groom, the parents of the bride and groom, the extended family of the bride and groom (kahanggi, anak boru, mora), traditional leaders (hatobangon, raja adat), religious scholars, government elements, and the wider community. Each element has specific and complementary roles and responsibilities in supporting the smooth running of the traditional procession. This tradition not only functions as a medium for conveying advice and advice on family life, but also as a mechanism for preserving cultural, moral and social values that have been passed down from generation to generation. This study concludes that the successful implementation of Hata Situtur Poda is highly dependent on a strong and organized social structure, which is able to maintain the continuity of the tradition amid the dynamics of changing times.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adibah, I. Z. (2017). Struktural fungsional Robert K. Merton: Aplikasinya dalam kehidupan keluarga. Jurnal Inspirasi, 1(2), 171–184.

Arianto, P. (2020). Modul metode penelitian. In Metode penelitian (Vol. 5, Issue July).

Benjamin, S., & Susetyo, H. M. (2020). Struktur sosial. Bandar Lampung: Pustaka Media.

Biddle, B. J. (2013). Teori peran: Harapan, identitas, dan perilaku. Dalam Ensiklopedia kepribadian dan perbedaan individu. Academic Press. https://doi.org/10.1007/978-3-319-24612-3_302281

Butar, C., Isman, M., & Syamsuryurnita. (2019). Peran tradisi lisan mitos dan poda dalam mewariskan budaya dan kearifan lokal pada masyarakat Batak Toba. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 83–90.

Dervin, F., & Dyer, C. (2016). Membangun metodologi untuk penelitian kualitatif. https://doi.org/10.1057/978-1-137-59943-8

Dillon, M. (2019). Introduction to sociological theory: Theorists, concepts, and their applicability to the twenty-first century (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Fikriana, A., & Sari, D. N. (2023). Dalihan Na Tolu. Jurnal Hukum, Politik dan Komunikasi Indonesia, 2(1).

Firmando, H. B. (2021). Orientasi nilai budaya Batak Toba, Angkola dan Mandailing dalam membina interaksi dan solidaritas sosial antar umat beragama di Tapanuli Utara (Analisis sosiologis). Studia Sosia Religia, 3(2), 47–69. https://doi.org/10.51900/ssr.v3i2.8879

Firth, R., et al. (1960). Ciri-ciri dan alam hidup manusia, suatu pengantar antropologi. Penerbit Sumur.

Harahap, S. G. E., & Sinulingga, J. (2022). Upacara saur matua etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian semotika sosial. Kompetensi, 15(2), 182–186. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v15i2.77

Harahap, W. Y. (2024). Moralitas Islam dalam adat marbagas (pernikahan) Batak Mandailing di Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara. UIN Ar-Raniry Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Harahap, W. Y. (2024). Moralitas Islam dalam adat marbagas (pernikahan) Batak Mandailing di Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara. UIN Ar-Raniry Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (Sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hasibuan, M. D. (2024). Pesan komunikasi Islam dalam hata situtur poda adat pernikahan suku Mandailing Desa Hapung Kabupaten Padang Lawas. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 3(6), 1331–1350.

Krisno, R. U. (2020). Struktur sosial dan kepribadian peserta didik di lembaga pendidikan dan masyarakat Krisno. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 7(2), 809–820.

Kum, P. (2014). Sebuah studi etnografi tentang diabetes: Implikasi untuk penerapan perawatan yang berpusat pada pasien di Kamerun. Jurnal Antropologi, 1–12. https://doi.org/10.1155/2014/937898

Main, A. (2018). Fenomenologi dalam penelitian ilmu sosial (Edisi Pert). Prenadamedia Group.

Merton, R. K. (1957). Social theory and social structure (Rev. ed.). Social Theory and Social Structure, Rev. Ed., 645, xviii, 645–xviii.

Morse, J. M. (2015). “Etnografi yang mendasari.” Penelitian kesehatan kualitatif, 26(7), 875–876.

Mouwn, E. (2020). Metodologi penelitian kualitatif. In Metodologi penelitian kualitatif (Rake Sarasin, Issue March).

Muhammad, B. (1997). Asas-asas hukum adat (8th ed.).

Muliyah, et al. (2020). Tradisi masyarakat Angkola dalam menyembelih kerbau pada upacara kematian. Journal GEEJ, 7(2).

Muta’alim. (2022). Keanekaragaman budaya, bahasa, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. In Paper Knowledge: Toward a Media History of Documents (Vol. 7, Issue 2).

Nafitri, A. A., Ibrahim, B., & Fikri, A. (2023). Tata cara perkawinan suku Mandailing di Kecamatan Mandau pada era globalisasi. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(4), 943–956. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i4.199

Nasution, P. (2005). Adat budaya Mandailing dalam tantangan zaman (pp. 2–3).

Nasution, P. (2005). Adat budaya Mandailing dalam tantangan zaman (pp. 2–3).

Nilamsari, N. (2014). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. Wacana, 8(2), 177–1828.

Nugroho, A. C. (2021). Teori utama sosiologi (Fungsionalisme struktural, teori konflik, interaksi simbolik). Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa, 2(2), 185–194.

Priatna, A., Supriatna, M., & Peniasiani, D. (2023). Ngeuyeuk sereuh sebagai nasehat ideal berumah tangga suku Sunda di Kabupaten Subang.

Pujiyanto, T. (2012). Peranan kesenian rebana Walisongo Sragen dalam strategi dakwah Kh. Ma’ruf Islamuddin.

Putri, M. I. (2021). Apa pengertian teori fungsionalisme dalam sosiologi? Tirto.Id, 1–7.

Rasyidi, M. (1984). Peranan lembaga adat masyarakat Sasak dalam program pembangunan desa (Studi kasus di Desa Sesait Kabupaten Lombok Barat).

Silverman, D. (2017). Qualitative research. SAGE Publications Ltd.

Smelser, N. J. (1984). Struktur sosial dan mobilitas dalam pembangunan ekonomi. Nur Cahaya.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryani, D., & Triganda Sayuti, A. (2022). Sanksi adat perkawinan semarga masyarakat Batak Angkola di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 3(1), 1–22.

Sylvia Kurnia Ritonga. (2024). Pernikahan perspektif hukum Islam, 7(1), 83–98.

Sylvia Kurnia Ritonga. (2024). Pernikahan perspektif hukum Islam, 7(1), 83–98.

Tirtayana, K. (2024). Nilai dan norma sosial menuntun perilaku masyarakat Indonesia. Character Building, 1(4). https://binus.ac.id/character-building/2024/03/nilai-dan-norma-sosial-menuntun-perilaku-masyarakat-indonesia/

Wijaya, H. (2018). Analisis data kualitatif ilmu pendidikan teologi. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Windiani, & Farida, N. (2016). Menggunakan metode etnografi dalam penelitian sosial. Dimensi, 9(2), 87–92.

Yoga, I. D. G., Mudana, I. W., & Arta, K. S. (2022). Peran struktur sosial dalam mempertahankan kearifan lokal tradisi Seetan pada masyarakat Desa Adat Susut Kelod dan potensinya sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 3(3), 125–136. https://doi.org/10.23887/jpsu.v3i3.45780

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Naima Batubara, Abdullah Akhyar Nasution, & Rakhmadsyah P. Rangkuty. (2025). Struktur Sosial Pelaksanaan Adat Hata Situtur Poda pada Pernikahan Masyarakat Angkola dan Mandailing. Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Sosialisasi, 1(4), 225–242. https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i4.762

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.