Penerapan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata

Studi Kasus Objek Wisata Cikuya Desa Belawa

Authors

  • Widia Ningsi Politeknik Pariwisata Prima Internasional
  • Iva Yulia Mustafa Politeknik Pariwisata Prima Internasional

DOI:

https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i4.906

Keywords:

Circular Economy, Community Participation, Environmental Conservation, Sustainable Tourism, Village Tourism

Abstract

Belawa Village, located in Lemahabang District, Cirebon Regency, West Java, is famous for the Labi-labi Belawa tourist attraction. This study aims to develop a sustainable tourism village at the Cikuya Tourist Attraction in Belawa Village. This model is expected to be an integrated solution to support the implementation of sustainable tourism. The research method used is descriptive qualitative, with quantitative data analysis. The results of the study show that the implementation of sustainable tourism in Cikuya is evident through environmental preservation and the conservation of the Belawa turtle habitat. Although the management is not yet optimal, there are practices of utilizing organic waste, such as chicken manure for animal feed and coconut shells for souvenirs, supporting the circular economy concept. Community participation in cultural activities also supports the social and cultural aspects of sustainable tourism, although it is still incidental and has not yet been programmed sustainably. However, the implementation of sustainable tourism in Cikuya is not yet fully optimal, despite having strong natural and conservation potential. Structural and operational barriers, such as accessibility, human resources, institutional governance, economy, socio-culture, and policy support, affect the effectiveness of applying sustainability principles.

Downloads

Download data is not yet available.

References

pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. CV Amerta Media.

Arida, I. N. S. (2017). Pariwisata berkelanjutan. Cakra Press.

Asshofi, I. U. A., Rahayu, E., Ramdhani, A. K., Widyatmoko, K., Pamungkas, I. D., Irawan, J. A., ... & Mulyono, I. U. W. (2023). Pelatihan CHSE pengelolaan homestay pada Desa Candirejo yang tergabung di PT Wimbo. Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM), 4(1), 72-91. https://doi.org/10.36914/jkum.v4i1.875

Indratno, I., Chamid, C., Judiantono, T., Verdiana, A., & Pamungkas, M. R. (2022, April). Meaning of phenomenon and culture in Rawabogo Tourism Village, Bandung regency. In 4th Social and Humanities Research Symposium (SoRes 2021) (pp. 445-449). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220407.091

Munawar, R. (2023). Pengelolaan geopark untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan (Studi kasus di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu). Jurnal Bisnis, Manajemen & Ekonomi, 21(1), 865-873. https://doi.org/10.33197/jbme.vol21.iss1.2023.1250

Monash University. (2009). Sustainable event guide. Monash University.

Ningsi, W., & Suryono, C. (2024). Management of collaborative development of Chinatown Village as a tourist attraction in Cirebon City. Jurnal Toursci, 1(6), 264–277.

Ningsi, W., & Wibowo, T. A. (2024). Penerapan sustainable event management pada kegiatan special event Ephics 3.0 di Politeknik Pariwisata Prima Internasional. Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen, 2(3), 108–116. https://doi.org/10.59031/jkpim.v2i3.472

Panca, G., Maryani, E., & Andari, R. (2022). Analisis SWOT potensi wisata sumber mata air Cipondok pada Desa Passanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(2), 4937-4940.

Priasukmana, Soetarso, & Mulyadin. (2001). Pembangunan desa wisata: Pelaksanaan Undang-Undang otonomi daerah. Info Sosial Ekonomi, 2(1), 37–44.

Pusparini, M., Lestari, Z. A., Marwani, I. S., & Prima, A. G. (2022). Pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Wisata Gunung Muda berdasarkan analisis PESTEL. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Rahayu, E., Irawan, J. A., Asshofi, I. U. A., Wachyudi, S., Shabrina, F., & Lewa, A. H. (2024). Management Desa Sukomulyo: Potensi menjadi desa wisata di destinasi pariwisata super prioritas Borobudur. Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan, 2(2), 159-172. https://doi.org/10.59581/jmpp-widyakarya.v2i2.3057

Setiani, M., & Sugiyanto, E. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata: Studi Desa Penusupan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 57–67. https://doi.org/10.47313/ppl.v5i9.847

Sihombing, E. S., Tarigan, S. W., Sidabutar, S., Masdalifah, N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan di daerah wisata Kelurahan Tiga Raja Kecamatan Girsang Simpangan Bolon Kabupaten Parapat Simalungan. Jurnal Kesehatan Surya Nusantara, (1), 360-369.

Wibowo, T. A., Setiawan, A., Wachyudi, S., & Irawan, J. A. (2024). Sosialisasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kacirebonan. Jurnal Pengabdian Pariwisata Prima, 1(1), 19-24. https://doi.org/10.26593/copar.v1i2.7570.19-39

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Widia Ningsi, & Iva Yulia Mustafa. (2025). Penerapan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata : Studi Kasus Objek Wisata Cikuya Desa Belawa. Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia, 2(4), 99–114. https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i4.906