Penggunaan Tepung Jagung pada Pembuatan Muffin dalam Upaya Menciptakan Produk Inovasi dari Tepung Jagung

Authors

  • Valencia Eibel Holdonia Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid
  • Jasanta Peranginangin Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid
  • Dewi Hermawati Wahyuningsih Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid

DOI:

https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.619

Abstract

The rising demand for healthy food is driven by increasing along with public awareness of the importance of a balanced and nutritious diet. One innovation in healthy food products is the development of corn flour-based muffins as an alternative to wheat flour products. Corn flour is a good source contains fiber, B-complex vitamins, and antioxidants such as lutein and zeaxanthin, which are beneficial for health, particularly digestive health and vision. This research aims to formulate healthy corn flour-based muffins with a balanced texture, taste, and nutritional content. The method used includes partially or completely replacing wheat flour with corn flour, as well as adding natural ingredients such as palm sugar as a natural sweetener and vegetable oil as a source of healthy fats. Organoleptic tests were conducted on panelists to assess product acceptability based on appearance, taste, aroma, texture, and color. The results showed that muffins with a composition of 36.5% corn flour and 36.5% wheat flour scored highest in taste and texture, and met the criteria for a healthy food low in sugar and high in fiber. This research demonstrates that corn flour-based muffins are a potential healthy food alternative and can be further developed as part of a healthy lifestyle.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarsari Indrie, Anomsari S. Dewi, 2023, Pengolahan Gula Aren, Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Bengkulu Kementrian Pertanian.

Antara N, Wartini M. 2014. Aroma dan Komponen Flavor. Tropical Plant Curriculum Project. Udayana University.

Ditlevsen, K., Sandoe, P.,& Lassen, J. (2019, Januari). Healthy food is nutritious but organic food is healthy becauce it is pure: The negotiation of healthy food choices by Danish consumers of organic food. Food and Quality Preference, 71, 46-53.

Food Science and Culinary Educational Journal, 2(1), 44-51..

Harmaily, Ambani H. 2003. Muffin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama..Ambarsari, I., Anomsari, S. D., & Oktaningrum, G. N. (2015). Tepung Jagung Pembuatan dan Pemanfaatannya. BPTP Jawa Tengah, 53(9), 19–20.

Hartono, S. 2012. Optimasi Formula dan Proses Pembuatan Muffin Berbasis Substitusi Tepung Komposit Jagung dan Ubi Jalar Kuning. Bogor: IPB

Hasanah, H. (2017). Teknik – Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu – Ilmu Sosial) At- Taqaddum, 8(1), 21-30.

Monika, D. (2018). Formulasi Muffin Substitusi Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Linn) Dan Susu Kedelai (Glycine Max) Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(2), 48.

Muh. Ihsan Kamaruddin, Wibowo Wibowo, Sardi Anto, Syarifuddin Andi Latif & Dewi Triloka Wulandari. (2023). Upaya Peningkatan Sikap dan Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Gizi Seimbang Pada Balita Melalui Edukasi. Abdimas Polsaaka, 2(1 SE-Volume 2 No 1 Maret 2023).

Muhandri, T., Zulkhaiar, H., Subarna, S., & Nurtama, B. (2012). Komposisi Kimia Tepung Jagung Varietas Unggul Lokal dan Potensinya untuk Pembuatan Mi Jagung menggunakan Ekstruder Pencetak. Jurnal Sains Terapan, 2(1), 11–18.

Musyadad, V. F. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Pada Konsep Perubahan Lingkungan Fisik Dan Pengaruhnya Terhadap Daratan. Jurnal Tahsinia, 1(1), 1–13.

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Harva Creative

Negara. J. K., Sio. A. K., Rifkhan, Arifin M., Oktaviana. A. Y., Wihansah R. R. S., Yusuf. M. 2016. Aspek Mikrobiologis serta Sensori (Rasa, Warna, Tekstur, Aroma) pada Dua Bentuk Penyajian Keju yang Berbeda. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. Vol. 04 (2): 286-290.

Nurdjanah, S., Yuliana, N., Zuidar, A. S., & Naim, I. E. (2017). Kharakteristik Muffin Dari Tepung Ubijalar Ungu Kaya Pati Resisten. Jurnal Teknologi Agro Industri.

Nurhadi B Nurhasanah S. 2010. Sifat Fisik Bahan Pangan. Bandung: Widya Padjajaran.

Panjaitan Nuraisyah Wulandari, Hasibuan Syahrida Suryani, Hasibuan Faradillah Yayang Nisrina Putri, Arsri Ayunita WK, Dea Riski Anggraini, & Alya Azzahra Sibuea. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Bagi Remaja di MTS Ex PGA Proyek UNIVA Medan.

Paramita Apriliani, Sri Haryanti, 2019, Berbagai Konsentrasi Tepung Maizena Terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Petis Udang, Jurnal Teknologi Pertanian

Pratiwi, I. D. (2013). Pengaruh Subtitusi Tepung Kulit Singkong Terhadap Kualitas Muffin. Food Scinc and Culinary Education Journal, 2(1),72-78.

Putra, S. . (2012). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita Untuk Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta: D-Medika.

Rosmania, A. (2013). Food Science and Culinary Education Journal Pengaruh Pengurangan Jumlah Gula Terhadap Kualitas Muffin

Rosyid, F. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Nadi Pustaka Offset.

Suheri, E., 2016. Gula aren atau Gula merah Sangat Manjur dalam Mengobati Beragam Penyakit untuk Daya Tahan Tubuh. http://www.erwinsuheri.com/2016/06/gula-aren-atau-gula-merah-sangat manjur. Html [06 juni 2016].

Syah MS. 2020. Pemanfaatan Air Limbah Rebusan Ikan Tamban (Sardinella Sp.) Sebagai Flavor Pasta Alami Dengan Berbagai Suhu Pemanasan. [Skripsi].. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang.

Wani, A. S., Yasmin, F. A., Rizky, S., Syafira, S., & Siregar, D. Y. (2024). Penggunaan Teknik Observasi Fisik dan Observasi Intelektual Untuk Memahami Karakteristik Siswa di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 3737–3743.

Downloads

Published

2025-09-22

How to Cite

Valencia Eibel Holdonia, Jasanta Peranginangin, & Dewi Hermawati Wahyuningsih. (2025). Penggunaan Tepung Jagung pada Pembuatan Muffin dalam Upaya Menciptakan Produk Inovasi dari Tepung Jagung. Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia, 2(3), 95–108. https://doi.org/10.62383/tamasya.v2i3.619