Upaya Pengembangan Lenong Betawi sebagai Atraksi Wisata Budaya di Setu Babakan

Authors

  • Fenella Julya Aziahra Universitas Bina Sarana Informatika
  • Dyah Mustika Wardani Universitas Bina Sarana Informatika
  • Gilang Fahreza Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.62383/tamasya.v3i2.1177

Keywords:

4A, Cultural Preservation, Cultural Tourism Attraction, Lenong Betawi, Setu Babakan

Abstract

Lenong Betawi is a traditional performing art rooted in Betawi culture, with strong cultural value and real potential as a cultural tourism attraction. This study explores how Lenong Betawi could be further developed at Setu Babakan Betawi Cultural Village using the 4A tourism framework. A qualitative descriptive approach was used, with data gathered through observations, interviews, and documentation. The analysis focused on the four key elements: Attraction, Accessibility, Amenities, and Ancillary Services, to understand both the strengths and the challenges surrounding its development. The findings suggest that Lenong Betawi is a proper crowd-puller, offering visitors both entertainment and a chance to learn about Betawi culture. Setu Babakan also ticks the right boxes, with decent accessibility, solid visitor facilities, and strong backing from both the local community and the government to help keep Betawi traditions alive. These findings are expected to provide recommendations for stakeholders in developing more sustainable cultural tourism attractions while strengthening the preservation and promotion of Betawi cultural heritage.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, O., Fradana, N., Pratama, I., Kusumaningtyas, A. S., Dimas, P., Naufal, F., Nurhaliza, V., Wahyu, A., Winda, R., Tyas, S., Annabzar, M., Roiqoh, F., Muhammad, S., Dzulfikri, I., Hidayati, A., Rochmah, N., Mir'atul, A. F., Alfian, M., ... Princella, O. (n.d.). 30 hari di Desa Trawas: Pengabdian kepada masyarakat di Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. UMSIDA Press.

Febiana, V., Aziz, A., & Fatmasari, D. (2025). Analisis aksesibilitas dan amenitas dalam pengembangan destinasi wisata Batu Lawang Cirebon. Journal of Sharia Tourism and Hospitality, 3(2), 35-47. https://doi.org/10.70095/jetour.v2i2.XXX

Haerudin, D., & Helmanto, F. (n.d.). Reinterpretasi dalam pertunjukan teater Lenong Betawi.

Khumairoh, A., Budiarti, A., Vania, D. P., Astiti, H. W. M., Nuzul, R. K., Iswahyudi, F. H., & Alfin, E. (2025). Etika lingkungan dan kearifan lokal: Menjaga harmoni alam di Setu Babakan. Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis, 2(2), 269-278. https://doi.org/10.62951/botani.v2i2.408

Kurniati, P. S., Zakiyani, S. N., Arif, F., Yuwono, N., & Munigar, W. (2023). Kebijakan pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di wilayah Kota Bandung. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7(2).

Maulana, S. I., Gunawan, Y. W., et al. (2025). Pengaruh aksesibilitas, pengalaman wisata, dan kepuasan wisatawan terhadap keputusan berkunjung kembali di Wisata Gunung Rante Banyuwangi. Jurnal Simki Economic, 8(2), 350-363.

Ngurah, G., Firawan, F., & Suryawan, I. B. (2016). Potensi daya tarik wisata Air Terjun Nungnung sebagai daya tarik wisata alam. Jurnal Destinasi Pariwisata, 4(2).

Nur, M., Andara, T. A., & Malinda, D. (2026). Tren wisata dalam pengembangan wisata halal berbasis budaya Museum La Galigo dalam preferensi Generasi Z. 4(2), 89-99.

Romadhan, M. I., Sudaryanto, E., & Suwandha, A. I. (2025). Inisiasi live streaming minishow sebagai inovasi promosi budaya tari tradisional dalam membangun reputasi digital Sanggar Mugi Lestari. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(8), 1967-1975. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i8.9683

Shafira, O., Chaerunissa, F., & Yuniningsih, T. (n.d.). Analisis komponen pengembangan pariwisata Desa Wisata Wonolopo Kota Semarang.

Tadurissya, K. D. (2023). Tari tradisi Betawi sebagai pijakan tari kontemporer Sol Sol La Sol Do Do. Tamumatra: Jurnal Seni Pertunjukan, 6(1), 26-35. https://doi.org/10.29408/tmmt.v6i1.23146

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Walujo, K. (n.d.). Pagelaran wayang dan penyebaran informasi publik.

Yosef, A. (n.d.). Strategi pengembangan Desa Wisata Pelang Kenidai Pagaralam Sumatera Selatan berdasarkan analisis 4A.

Yuliani, R., & Abdi, M. (n.d.). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Kampung Saribu Rumah Gonjong.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Fenella Julya Aziahra, Dyah Mustika Wardani, & Gilang Fahreza. (2026). Upaya Pengembangan Lenong Betawi sebagai Atraksi Wisata Budaya di Setu Babakan. Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia, 3(2), 95–105. https://doi.org/10.62383/tamasya.v3i2.1177

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.